“Ini merupakan karya dari Pak Untung Sangaji berarti kita telah menolong lingkungan hidup untuk tidak lagi rusak dan tercemar. Batu bata dari limbah kulit kerang akan menjadi jawaban untuk masyarakat, mendirikan rumah menggunakan batu-bata dari limbah kulit kerang yang selama ini tidak dilirik, bahkan kulit kerang dibuang begitu saja,”ujarnya Kamis (17/5/2018).
Dengan ada temuan ini, lanjut Wibi, artinya masyarakat tidak lagi menggunakan kayu atau papan untuk dinding atau lantai rumah mereka.
“Dengan begitu, pohon mangrove akan selalu tumbuh kembang menjadi hutan yang lebat. Sehingga kerang akan kembali berkembang biak di sana. Begitu juga dengan udang ikan lutung kera dll akan berkembang biak dengan cepat,”pungkasnya. (raj)












