Waketum DMI : Jangan Bawa Politik ke Dalam Masjid

MEDANHEADLINES.COM – Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin meminta agar mesjid tidak dijadikan tempat berkegiatan Politik

“Ya janganlah, politik jangan dibawa ke masjid,” kata Syafruddin dalam acara forum kewirausahaan pemuda Islam di Perpustakaan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat

Namun terkait Pihak tertentu yang memanfaatkan Mesjid kedalam Urusan Politik, Syafruddin enggan mengomentarinya dan hanya berkomentar tentang fungsi DMI yang hanya sebagai fasilitator warga dalam menggunakan masjid.

“Pokoknya ya Dewan Masjid jadi fasilitator. Kita nggak boleh atur-atur masjid,” kata pria yang menjabat sebagai Wakapolri ini.

Namun Untuk meminimalisasi adanya kegiatan politik, Syafruddin mengatakan DMI memiliki program menjadikan masjid sebagai kawasan wisata religi. Ia mengatakan telah menunjuk satu daerah sebagai pilot project. “Bulan depan akan kita launching di Cirebon. Mulai dari Cirebon,” ujarnya.

Dalam konsep ini,  ia berencana mengkombinasikan wisata religi mencakup Masjid Agung Kasepuhan Cirebon, yang dibangun Wali Songo, dan Masjid Sunan Gunung Jati. Setelah di Cirebon, konsep wisata religi akan diterapkan di Surabaya dan Sulawesi. “Nanti kemudian kita tarik benang merahnya mungkin ke Istanbul,” tuturnya.

Diketahui, Penggunaan tempat ibadah untuk kegiatan kampanye memang dilarang keras. Hal tersebut termaktub dalam pasal 68 ayat (1) poin j PKPU Nomor 4/2017 tentang kampanye Pilgub, Pilbup, dan Pilwalkot yang berisikan larangan kampanye ditempat ibadah dan tempat pendidikan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.