MEDANHEADLINES.COM – Hujan lebat yang terjadi diwilayah Labuhan batu dimanfaatkan oleh 16 orang tahanan yang berada di Rutan Labuhan Bilik, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, melarikan diri.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 00.15 WIB dini hari tadi, Jumat (13/4/2018), Turunnya hujan membuat sipir yang berjaga memilih berteduh sehingga tidak mengetahui aksi para narapidana tersebut.
Sekira pukul 02.30 WIB, setelah hujan berhenti, para petugas sipir melakukan patroli keliling rutan. Saat itu lah mereka mengetahui bahwa 16 napi tersebut sudah tidak berada di sel mereka.
Belakangan diketahui, mereka melarikan diri dengan cara membengkokkan terali besi, kemudian menjebol atap dan memanfaatkan kayu kayunya untuk jembatan yang diarahkan ke tembok rutan, dan melarikan diri.
Humas Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Sumatera Utara, Josua Ginting membenarkan adanya insiden tersebut. Namun ia belum banyak berkomentar karena masih berada di luar kota.
“Iya benar. Ini petugas kita sedang pendataan. Kami sudah berkordinasi dengan Polisi untuk mengejar mereka. Kita juga akan melakukan pemeriksaan terhadap anggota kita, sipir yang tengah piket saat peristiwa itu terjadi,” kata Josua singkat.
Adapun ke 16 narapidana itu adalah Edy Syahputra, warga Desa Sei Sakat, Kecamata Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu; Rianto, warga Desa Tanjung Sarang Elang Kecamatan Panai Hulu, Labuhanbatu; Harun Rasyih Hasibuan, warga Desa Sei Sakat, Panai Hilir, Labuhanbatu; Sunardi, warga Desa Teluk Sei Sentosa, Panai Hulu, Labuhanbatu dan Syahrizal, warga Kelurahan Muara Sentosa, Kecamatan Sei Tualang Raso, Kota Tanjung Balai.
Lalu Ridwan Pasaribu, warga Desa Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura); Ramli, warga Desa Sei Raja, Kecamatan NA IX-X, Labura; Deny Syahputra Marpaung, warga Desa Sei Raja, Kecamatan IX-X, Labura; Dapa Novandi Simangunsong, warga Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Labuhanbatu; dan Suwardi, warga Desa Bangai, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel).
Kemudian Peri Sutrisna, warga Desa Tengah, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang; Hasan Basri Hasibuan, warga Desa Sei Tampang, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu; M. Sukur, warga Desa Sei Apung Jaya, Kecamatan Panai Hilir, Labuhanbatu; Carlos Romula Manik, warga Desa Durin Jangak, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang; Herdiyanto, warga Desa Kutelintang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Luwes, Aceh; serta Harianto, warga Desa Teluk Sei Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Labuhanbatu.











