MEDANHEADLINES.COM, Medan – Puluhan Pemuda yang menamakan dirinya Aliansi Pemuda Tani menggelar aksi unjuk rasa di Lapangan Merdeka dan Jalan Balaikota Medan menolak kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras ke Indonesia, Selasa (23/1/2018).
Kebijakan pemerintah tersebut sangat disayangkan karena masih banyak daerah di Indonesia masih mengalami surplus beras. “Sehingga rencana Kemendag mengimpor beras itu mengancam perekonomian petani,” kata pimpinan aksi Erick Sitohang dalam orasinya
dikatakannya, hal ini akan menyebabkan produk beras yang dihasilkan petani lokal akan kalah bersaing dengan produk impor yang harganya lebih murah. Mereka juga mempertanyakan kedaulatan pangan yang dicanangkan dalam program nawacita Pemerintahan Jokowi. “Gagal adalah kata yang tepat bagi pemerintahan Jokowi dalam mewujudkan kedaulatan pangan di Indonesia,” tegas Erick.
Mereka menuntut Jokowi segera mengevaluasi kinerja para menteri dan lembaga terkait dalam kegagalan mewujudkan kedaulatan pangan. Peserta aksi mengingatkan janji Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang siap mundur apabila Indonesia gagal mewujudkan swasembada pangan.
Dengan adanya kebijakan impor beras tersebut itu merupakan bukti gagalnya swasembada pangan. “Kebijakan ini hanya merugikan petani dan konsumen serta seluruh rakyat Indonesia dan hanya segilintir elit politik yang diuntungkan,” tegas mereka. (red)












