MEDANHEADLINES.COM, Medan — Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Arifin Saleh mengingatkan PDI Perjuangan agar menghindari mengusung pasangan pelangi jika ingin serius bersaing dalam Pilgub Sumut.
Hal itu diungkapkannya menyusul kekalahan PDIP saat Pilgub Sumut sebelumnya. Menurut dia, jika PDIP tetap mengusung pasangan pelangi dikhawatirkan akan menimbulkan sentimen agama dan memperkuat politik identitas. Apalagi, Djarot juga masih berkait dengan kasus Ahok.
“Menurut saya, pasangan pelangi harus dihindari. Berapa kali pilkada di Sumut, pasangan pelangi selalu kalah. PDIP jangan mengulangi hal yang sama,” kata Arifin.
Sebelumnya, PDIP sudah memutuskan untuk mengusung Djarot Saiful Hidayat untuk maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara. Namun PDIP belum menyebut siapa yang akan berduet dengan mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Namun, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto memberi bocoran, Djarot akan dipasangkan dengan pengusaha dan pecinta sepakbola. Nama itu merujuk pada Sihar Sitorus.
“Pecinta olahraga sepak bola yang luar biasa, tapi beliau juga punya rekam jejak pendidikan yang sangat baik, dan itu lah yang nanti kami akan usung,” kata Hasto di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, Kamis (4/1/2018).
Sihar adalah putra dari pengusaha perkebunan di Sumut almarhum DL Sitorus. Sihar juga merupakan pemilik klub bola Pro Duta. Rekam jejaknya menunjukkan Sihar pernah mengenyam endidikan di AS dan Inggris.
Bocoran dari Hasto menguat setelah beradarnya foto Sihar yang berpelukan dengan Djarot. Foto keduanya yang menggunakan seragam PDIP itu beredar di lini masa media sosial.
Analisis Arifin, suku Jawa yang menjadi mayoritas penduduk Sumut tidak menjamin Djarot mendapat banyak dukungan.
“Politik kesukuan itu tidak laku di Sumut. Kalau itu laku, tentu di Langkat bupatinya bukan Ngogesa Sitepu yang orang Karo, karena di sana suku Jawa yang dominan. Begitu juga di Simalungun yang mayoritas Jawa, bupatinya justru JR Saragih. Jadi kesukuan itu memang tidak laku di Sumut,” jelas Arifin.
Bocoran Hasto soal duet Djarot juga hanya sebatas sinyal. Jika sudah dipastikan, tentu Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri tentu sudah mengumumkannya bersama Djarot.
“Kita tunggu saja. Apapun masih bisa terjadi,” pungkasnya. (Pra)












