Sumut  

Edy Rahmayadi Tetap Ngotot Jadi Sumut I

MEDANHEADLINES.COM, Medan — Letnan Jenderal Edy Rahmayadi sudah membulatkan tekadnya untuk maju pada pertarungan politik Pemilihan Gubernur Sumut 2018.

Panglima Komando Strategi Angkatan Darat itu menegaskan, keputusan untuk membangun Sumut sudah final.

“Sudah bulat hati saya untuk jadi Gubernur pada 2018, apabila dipilih rakyat Sumatera Utara. Tolong disiarkan sampai ke kutub utara dan kutub selatan biar tidak ada yang bertanya lagi,” tegas Edy, Kamis (22/12/2017).

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto meninjau kembali keputusan Jenderal Gatot Nurmantyo (Panglima sebelumnya) terkait pemberhentian dan pengangkatan perwira di lingkungan TNI. Dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/982/XII/2017 sebelumnya, disebutkan bahwa Pangkostrad Letjen Edy dimutasikan menjadi Perwira Tinggi Mabes TNI AD dalam rangka pensiun dini.

“Itu wewenang saya (maju Pilgub) dan tentunya atas seizin Panglima TNI,” ungkap Edy.

Edy sudah mengajukan surat pensiun dini sejak bulan lalu. Jika sudah resmi mencalonkan diri, otomatis dia akan menyerahkan jabatan Pangkostrad. Kalau belum ada pengganti, kata dia, tongkat komando diambilalih KSAD.

Menurut Edy aturan bagi prajurit TNI yang ingin masuk ke dunia politik sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Kan ada di undang-undang TNI, bagi prajurit TNI yang menginginkan ke politik agar menanggalkan keprajuritannya. Apa masalahnya?” ujar Edy.

Edy menegaskan dirinya akan mundur dari militer sebelum masa pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) berakhir, dia menuturkan akan mendaftarkan diri sebagai calon gubernur sekitar 8-10 Januari 2018.

“Batas pendaftaran yang diatur KPU itu tanggal 8 sampai 10 Januari,” ungkap Edy.

Soal wacana dia akan ditunjuk menjadi KSAD, Edy mengaku tidak tertarik.

“Jadi saya tidak mau jadi KSAD, tapi mau jadi gubernur kalau warga Sumatera Utara menginginkan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.