MEDANHEADLINES.COM – Jumlah penderita HIV/AIDS Semakin meningkat dan sangat mengkhawatirkan, namun hal ini tidak sebanding dengan anggaran yang dimiliki untuk melakukan penanganan dan rehabilitasi.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang Kementerian Sosial Marjuki saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan HIV AIDS dan Peraturan Perundang-undangan Bidang Rehabilitasi Sosial’ oleh Dirjen Rehsos Kemensos RI di Sumatera Utara.
Dikatakannya, Kementerian Sosial Republik Indonesia berharap jumlah anggaran untuk penderita HIV dan AIDS per tahunnya mencapai Rp 300 miliar.
“Saat ini anggarannya tidak lebih dari Rp 30 miliar. Kita malah mengharapkannya sampai Rp 300 miliar, termasuk untuk panti rehabilitasi,” ujarnya
Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provsu Drs Apensius Girsang menuturkan dari data yang mereka miliki, kasus penderita HIV/AIDS di Sumatera Utara mencapai 8.272 kasus. Jumlah ini menempatkan Sumut di posisi 7 dari 10 provinsi di Indonesia dengan data temuan HIV Aids terbesar di Indonesia.
, dari jumlah itu terdiri dari 3.411 kasus HIV dan 4.861 kasus AIDS,” jelasnya,
Ia juga menyampaikan, Kondisi ini sangat memprihatinkan terlebih bila dikaitkan dengan rumus Organisasi Kesehatan Sedunia tentang asumsi besaran HIV AIDS. Jika 1 orang penderita terdeteksi, ada 100 orang penderita terselubung maka di Sumut ada ratusan ribu penderita yang terselubung.
“Jumlahnya setiap tahun terus meningkat. Sehingga, sosialisasi pencegahan ini merupakan upaya yang harus didukung seluruh stakeholder untuk meningkatkan kesadaran terhadap bahaya HIV Aids,” katanya.(red)












