MEDANHEADLINES.COM, Deli Serdang — Menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Persatuan Mediagram Sumatera Utara (PERMEDSU) menggelar kunjungan sosial dan edukatif ke Panti Fokus Rehabilitasi Narkotika yang berlokasi di Jalan Riwayat 1 Gang Pertanian, Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan ini turut melibatkan para finalis Putra-Putri Anti Narkoba Kota Medan Tahun 2026. Rombongan disambut langsung oleh Direktur Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia Miftah Fariz Boli Malakalu, bersama jajaran pengurus.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Permedsu meninjau berbagai fasilitas rehabilitasi, mulai dari kamar pasien, musala, dapur, ruang konseling, hingga lapangan olahraga. Peninjauan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses pembinaan dan pemulihan yang dijalani para pasien.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif antara pasien, finalis Putra-Putri Anti Narkoba, serta pengurus Permedsu. Dialog berlangsung hangat dan terbuka, di mana para pasien berbagi pengalaman serta perjalanan mereka dalam proses pemulihan dari ketergantungan narkotika.
Sejumlah pasien mengaku merasa nyaman selama menjalani rehabilitasi. Mereka menilai lingkungan panti yang kondusif mampu menciptakan rasa kekeluargaan serta memberikan dukungan moral yang kuat untuk bangkit dan pulih.
Direktur Fokus Rehabilitasi Narkotika Indonesia Miftah Fariz Boli Malakalu, menegaskan bahwa panti rehabilitasi harus menjadi ruang yang aman dan manusiawi bagi para korban penyalahgunaan narkotika.
“Rehabilitasi bukan sekadar pemulihan fisik, tetapi juga pemulihan mental dan sosial. Karena itu, penting untuk menghapus stigma negatif terhadap para penyintas narkotika agar mereka dapat kembali diterima di tengah masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, para pasien juga menyampaikan penyesalan atas masa lalu mereka serta tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah menyelesaikan program rehabilitasi.
Mereka turut mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba karena dampaknya yang sangat merusak, baik dari sisi kesehatan fisik, mental, maupun masa depan serta nama baik keluarga.
Melalui kegiatan ini, Permedsu berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyalahgunaan narkotika, sekaligus mendorong pendekatan rehabilitatif yang lebih humanis bagi para korban.
Dalam rangka menyambut HANI 2026 yang diperingati setiap 26 Juli, pihak Fokus Rehabilitasi juga telah melakukan berbagai persiapan. Salah satu fokus utama adalah melibatkan para pecandu, mantan pecandu, serta mereka yang telah menyelesaikan rehabilitasi sebagai subjek utama dalam kegiatan.
“Jadi di hari ini kita berbicara tentang persiapan hari Anti Narkotika International yang jatuh pada tanggal 26 juli nanti, bagaimana kita dari FOKUS Rehabilitasi bersama teman-teman dari finalis Putra-Putri Pemulihan untuk membuat kegiatan yang melibatkan para pecandu atau pengguna Napza atau semua yang sudah di rehabilitasi untuk menjadi subjek di kegiatan Hari Anti Internasional nanti,” jelas Miftah Fariz.
Sementara itu, Ketua Umum Permedsu, Ahmad Sanusi menyoroti masih minimnya transparansi dan informasi terkait proses rehabilitasi bagi pengguna narkoba yang ditangkap. Menurutnya, berdasarkan undang-undang, pengguna merupakan korban yang wajib direhabilitasi, namun implementasinya di tingkat penyidikan dan peradilan masih menghadapi berbagai kendala.
“Ke depan, kami berharap pihak kepolisian lebih terbuka dalam proses rehabilitasi bagi para penyintas narkoba. Mereka membutuhkan pengobatan yang tepat, bukan semata-mata hukuman,” tegasnya.
Kemudian, Ketua Dewan Pembina Permedsu, Ryan Juskal, turut memberikan motivasi kepada para pasien bahwa rehabilitasi bukanlah akhir dari segalanya. Ia menegaskan bahwa setiap individu masih memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Ini bukan akhir segalanya. Kalian masih punya hak untuk mencapai masa depan yang lebih baik. Jadikan ini pembelajaran hidup, ambil hikmahnya, dan jadikan motivasi untuk bangkit dengan ide cemerlang serta gagasan yang membawa ke arah yang lebih baik untuk masa depan yang gemilang” ujarnya.
Momentum HANI 2026 diharapkan menjadi pengingat bersama untuk memperkuat komitmen dalam memerangi narkoba, sekaligus mendukung upaya pemulihan bagi mereka yang ingin kembali menjalani kehidupan yang lebih baik. (*)












