Korban Sari Dewi saat memeragakan tindakan yang dilakukan pimpinannya terhadapnya. (Foto: Istimewa)
MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang staf perempuan di Kantor BRI Life Sumut Jalan Gatot Subroto, Kota Medan melaporkan pimpinannya ke Polrestabes Medan, atas dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap dirinya.
Akibat penganiayaan itu, Korban yang bernama Sari Dewi terpaksa menjalani rawat inap di rumah sakit Mitra Medica Primer selama enam hari. Kini laporannya telah diterima dengan tanda bukti laporan: LP/B/3218/IX/2023/SPKT/ Polrestabes Medan/Polda Sumut/28 September 2023.
Sari Dewi mengatakan, tindakan penganiayaan yang dilakukan pimpinannya itu terjadi hanya karena hal sepele. Awalnya dia diperintahkan sang pimpinan bernama Hutri Guskemulyanis untuk membeli tiket pesawat tujuan gunung sitoli.
“Tapi karena saat itu sudah di luar jam kantor dan anak bayi saya juga sedang rewel, jadi saya slow respon,” ujar Sari kepada wartawan, Sabtu (30/9/2023).
Besoknya, Sari mendapat perkataan yang tidak pantas dari pimpinannya tersebut. Dia dimarahin dan dimaki-maki.
“Karena persoalan itu saya dimarahin dan dimaki-maki di kantor. Kejadiannya terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Saya didorong berulang kali, dan dia juga memukul bagian dada saya sembari mengatakan di mana otak kau,” kata Sari menirukan ucapan pimpinannya.
Sebagai bawahan, Sari mengaku telah berupaya meminta maaf. Namun lagi-lagi sang pimpinan masih beringas hingga melakukan penganiayaan. Sementara kondisinya saat itu belum benar-benar pulih pasca operasi caesar anak kedua. Akibat kejadian kesehatan Sari semakin memburuk.
“Saya sudah minta maaf tapi beliau memukul dada saya. Padahal saya masih masa pemulihan pasca operasi caesar anak kedua,” ujarnya.
Atas perlakuan itu Sari akhirnya memutuskan untuk melaporkan pimpinannya tersebut ke pihak berwajib. Dia berharap Kapolrestabes Medan, Kombes Valentino Tatareda segera memproses laporannya agar membuat efek jera kepada yang bersangkutan. Sehingga tidak semena-mena lagi dengan bawahannya.
Pimpinan BRI Life Sumut Hutri Guskemulyanis yang dikonfirmasi wartawan belum bersedia memberikan keterangan resmi. (Red/Ril)












