Mahasiswa Kedokteran di Medan Ngaku Jadi Korban Pemukulan, Satu Pelaku Diduga Taruna Akmil

Korban Teuku Shehan Arifa Pasha didampingi keluarga saat menunjukkan foto dan hasil CT-SCAN kondisi usai mendapat pukulan dari terduga pelaku. (Foto: Istimewa).

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang warga bernama Teuku Shehan Arifa Pasha (20) mengaku menjadi korban pemukulan yang diduga dilakukan oleh Taruna Akmil inisial MZ dan rekannya. Akibat kejadian itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran di Medan ini mengalami luka-luka di bagian tubuhnya.

Kepada wartawan, Teuku Shehan Arifa Pasha (korban) mengatakan, kejadian yang menimpa dirinya terjadi pada 18 Februari 2023 sekitar pukul 23.00 WIB. Sebelum kejadian, dia bersama tiga temannya hendak keluar dari Komplek Tasbih 1 menuju ke Jalan Setia Budi, Medan.

“Tiba-tiba mobil yang saya kendarai dijegat (dipalang) sama mobil CRV putih yang jalan beriringan pada saat lawat portal. Terus ada orang keluar dari mobil CRV itu. Karena ada yang keluar, saya juga turun untuk bertanya ada apa,” kata Shehan ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (14/3/2023).

Setelah bertemu dengan pria itu, Shehan mengaku langsung dirangkul dan dibawa menuju mobil yang menghadangnya sembari mengatakan ada yang mau dibicarakan. Akan tetapi, begitu dekat ada satu orang lagi yang turun dari mobil dan langsung memukulnya.

“Gak ada ngomong langsung mukul gitu, bang. Salah satu yang mukul inisialnya MZ. Ada juga dari belakang ikut mukul, tapi aku gak kenal. Jumlah mereka ada 6 orang dengan mengendarai dua mobil,” katanya.

Shehan menjelaskan, aksi pemukulan terhadap dirinya berhenti setelah ketiga temannya yang di dalam mobil turun dan berusaha memisahnya. Karena diteriaki oleh perempuan, keenam terduga pelaku meninggalkan korban di lokasi.

“MZ ini dulunya satu SMP dengan saya. Tapi dia satu tingkat di bawah. Dan sekarang dia Taruna Akmil,’ tambahnya.

Akibat kejadian itu korban yang mengalami luka di bagian pelipis, mata lebam dan bibir bengkak langsung dibawa ke RS Bunda Thamrin untuk mendapat perawatan medis.

“Luka di pelipis mendapat empat jahitan. Bibir dalam pecah dan yang parahnya itu di bagian otak terjadi kelainan. Kalau di surat CT-SCAN-nya ada lesi pada otak kiri,” bebernya.

Shehan mengatakan bahwa kasus yang dialaminya telah dilaporkannya ke Polrestabes Medan dan Denpom I/5 Kota Medan. Sebab, satu terduga pelaku yang berinisial MZ merupakan Taruna Akmil.

“Dari Polrestabes Medan bilang, lapornya ke Denpom kalau misalnya dia (MZ) Taruna. Gak bisa diaduin di situ. Paling cuma yang sipilnya, dan ikut mukul aku selain dia itu kan ada, itu yang dilanjutkan. Harapannya kedua laporan saya bisa ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Sampai berita ini dikirim ke redaksi, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa tidak bisa dikonfirmasi. Sebab, telepon dan pesan singkat yang dilakukan wartawan tidak direspon. (FAD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.