Luncurkan Pendidikan Vokasi Industri, Kemenperin : link dan match antara SMK dan Industri harus dibangun

MEDANHEADLINES – Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto secara resmi meluncurkan Program pendidikan Vokasi Industri di Medan, senin (2/10/2017)

Dalam peluncuran program ini Sebanyak 107 perusahaan industri menandatangani kerja sama dengan 226 SMK di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).

“Program pendidikan vokasi industri ini diluncurkan dalam rangka membangun link and match antara SMK dengan Industri. Diharapkan ke depan, SMK dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap kerja sesuai kebutuhan industri,” kata Airlangga

Ia juga  mengatakan, pembangunan industri nasional membutuhkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten. Hal ini, lanjutnya, penting demi mendorong peningkatan produktivas dan daya saing industri.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri inilah, Airlangga mengatakan, perlu pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar.

“Satu SMK dapat dibina oleh beberapa perusahaan industri sesuai program keahlian di SMK yang terkait dengan sektor industri,” ujar dia.

Menurut Airlangga, salah satu kendala yang dihadapi dalam pendidikan vokasi industri di wilayah Sumatera adalah terbatasnya jumlah industri besar dan sedang pda beberapa provinsi seperti Aceh dan Sumatera Barat. Hal ini menyebabkan jumlah SMK yang dibina industri sangat kecil bila dibandingkan dengan jumlah seluruh SMK di provinsi tersebut.

“Kami menargetkan sampai tahun 2019, sebanyak 1.775 SMK yang akan dibina dan dikerjasamakan dengan perusahaan industri, dengan perkiraan jumlah lulusan tersertifikasi yang dihasilkan sebanyak 845 ribu orang,” kata Airlangga.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang turut hadir dalam peluncuran Program ini mengatakan Setelah Sumbagut, program vokasi industri akan diluncurkan secara bertahap untuk DKI Jakarta dan Banten, serta Sumatera bagian Selatan (Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung).

“Program ini merupakan langkah strategis untuk peningkatan SDM, terutama lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan presisi,” pungkasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.