Pentingnya Pendidikan lalulintas masuk dalam Kurikulum sekolah

MEDANHEADLINES – Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol. Raden Heru Prakos mengatakan Persepsi negatif terhadap kehadiran Aparat kepolisian ditengah Masyarakat terutama bagi pelajar perlu segera diubah

Menurutnya salah satu penyebab anak-anak cenderung benci terhadap Aparat kepolisi, khususnya polisi lalu lintas dikarenakan mereka pernah menyaksikan orang tuanya ditilang polisi lantaran melanggar aturan lalulintas serta seringnya prilaku orang tua yang menakut-nakuti anaknya dengan memakai nama polisi.

Oleh karenanya, Upaya mengedukasi anak-anak khususnya pelajar agar tidak membenci polisi perlu dilakukan.

“Kan, selama ini anak-anak membenci polisi karena orang tuanya ditilang polisi. Padahal si orang tua ini ditilang karena menerobos lampu merah,” katanya dalam acara Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di Hotel Polonia, Medan, Selasa (19/9/2017).

Dikatakannya, Memasukkan Pendidikan Lalu Lintas dalam kurikulum diyakini sebagai satu solusi. Karena dengan begitu, pengetahuan dan keterampilan berlalu lintas dapat dimasukkan dalam pembelajaran di kelas.

“Dengan demikian, sejak dini anak-anak kita akan mengerti dan sadar akan budaya tata tertib berlalu lintas.”

“Makanya, kita akan memasukkan kurikulum pendidikan lalu lintas di sekolah, sehingga anak-anak mengerti dan memberi tahu orang tuanya memang salah melanggar rambu lalu lintas. Pada akhirnya, anak kita tidak lagi membenci polisi,” Jelasnya. (red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.