MEDANHEADLINES.COM, Medan- Nasib tragis dialami bocah 4 tahun bernama Mawar ( nama samaran ) yang diduga telah dicabuli ayah asuhnya
Kejadian ini sudah dilaporkan keluarga korban ke Polrestabes medan pada 14 Febuari 2022, namun hingga saat ini pelakunya masih bebas berkeliaran.
Salah seorang keluarga korban berinisial DE mengatakan setelah ia membuat laporan di polrestabes Medan dengan laporan polisi nomor : LP/B/256/II/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 14 Februari 2022.
” Kata korban, salah satu pelaku yang merupakan kawan ayah, ikut mencabuli korban, aku mendengar nya sangat terkejut bang, betapa bejat para pelaku tega mencabuli anak yang baru berumur 4 tahun,” ucap DE, Minggu (17/4/2022).
DE menjelaskan, korban juga mengatakan bahwa para pelaku ada yang mencabuli korban pada bagian duburnya
“Korban mengakui di bagian duburnya ada dimasukkan kemaluan pelaku, aku masih bertanya kenapa pelaku juga belum ditangkap,” jelasnya.
Keluarga korban dan juga sebagai pelapor berinisial DE mengatakan dirinya sangat menyayangkan sudah 2 bulan semenjak kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Medan, pelakunya belum juga ditangkap Polisi.
“Udah buat laporan saya di Polrestabes Medan, namun sampai saat ini belum di lakukan, penangkapan dan pemeriksaan terhadap pelaku, sementara dia (pelaku) masih saja bebas berkeliaran,” katanya dengan rasa kekecewaan.
DE juga mengaku sudah membawa korban ke rumah sakit bhayangkara Medan untuk melakukan visum. Dari keterangan dokter korban mengalami luka di bagian kemaluan dengan kedalam sekitar panjang satu jari ,saat di tanya kepada dokter Bethi M.
“Kata dokternya, korban sudah mengalami robek di bagian kemaluan sedalam satu jari,” akunya.
DE menceritakan, kejadian itu diketahui setelah ibu kandung korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut antara sepeda motor dengan truk.
“Setelah ibu korban meninggal, ayah (pelaku) mulai bertindak aneh ke korban dan setelah di cek di kediaman mereka tinggal dengan CAS yang jadi ayah asuhnya itu melakukan tindakan kejahatan seksual kepada korban,” ungkap DE.
DE menjelaskan, hingga saat ini korban mengalami gangguan mental dan cenderung takut ketika melihat orang.
“Semenjak kejadian itu, korban kini cenderung takut, dan ketika ketemu orang dia selalu minder,” ucap DE.
Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting saat dikonfirmasi (18/4) mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
” Kasusnya lagi tahap penyelidikan dan wawancara saksi-saksi bang,” ucap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan. (red)












