Sumut  

Sayap pesawat rusak akibat senggolan, 4 pilot diberhentikan sementara

MEDANHEADLINES – Insiden terjadinya senggolan Sayap Pesawat di Bandara Kualanamu,Rabu (3/8/2017) yang lalu, berujung pada pemberhentian sementara Empat pilot dan copilot pesawat  milik  Grup Lion Air

Sebelum diberhentikan, keempatnya terlebih dahulu dilakukan tes urine terkait penggunaan alkohol dan narkoba oleh Balai Kesehatan Penerbangan di Jakarta.

“Hasil tes urine dan penyebab bersenggolan belum bisa dipublikasikan, paling cepat 8 bulan, paling lambat 12 bulan kedepan, itu aturan undang-undang,” kata Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto didampingi sejumlah pejabat terkait seperti Kepala Otoritas Bandara (Otban) Wilayan II Medan Nur Isnin, General Manajer (GM) PT AP II Cabang Bandara Kualanamu Arif Darmawan, GM AirNav Nurhasan, Station Manager Lion Air Ellen Noviana Manalu di Media Center Lantai II Bandara Kualanamu.

Soerjanto juga mengatakan pihak KNKT telah menurunkan tim berjumlah lima orang dan sudah melakukan investigasi dan saat ini sudah mengamankan beberapa barang bukti, yang diperlukan terkait insiden tersebut termasuk rekaman CCTV, kotak hitam (black box) pesawat, serta wawancara pada petugas dan penumpang yang ada hubungannya dengan insiden tersebut.

Dirinya juga mengatakan, pihak KNKT dalam penyelidikan ini tidak dalam tahap mencari kesalahan, namun lebih fokus pada bagaimana kejadian ini tidak terulang kembali pada hari berikutnya.

Menurutnya, peristiwa kecelakaan pesawat seperti ini dalam tahun ini sudah terjadi sebanyak 22 kali. Dimana paling banyak terjadi di Papua sedangkan di Bandara Kualanamu baru yang pertama.

“Kita lakukan investigasi sehingga bisa menjadi masukan dan evaluasi sehingga ini tidak terulang kembali. Untuk keperluan penyelidikan lebih mendalam, kedua pesawat dalam pengawasan KNKT, dan di groundet (dikandangkan) di area appron Wiktor Wisky 9.Setelah selesai baru diserahkan pada pihak maskapai,” jelasnya.

Sementara itu Head Station Lion Air Ellen Noviana Manalu menegaskan jika pihaknya taat pada peraturan. Terkait para penumpang yang ada pada insiden masing-masing Lion Air sebanyak 140 orang dan Wings Air sebanyak 66 orang sudah diberikan haknya sesuai dengan UU Penerbangan, termasuk ada yang dijadwal ulang (Rescedul) penerbangan namun ada yang minta dikembalikan tiket (Refund),” yang jelas apapun hasil investigasi dari intansi terkait kita siap menerimanya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.