MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelatih Biliar Sumut di PON XX Papua Khoiruddin Aritonang berencana melaporkan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ke Polda Sumut.
Hal ini terkait insiden yang terjadi saat penyerahan tali kepada pelatih dan atlet peraih medali PON XX Papua di Aula Tengku Rizal Nurdin di rumah dinas Gubernur di Kota Medan, Senin 27 Desember 2021 lalu.
Pada saat itu, Khoirudin dipanggil ke podioum kemudian Dijewer serta diusir Gubsu lantaran tidak memberikan tepuk tangan.
“Besok buat laporan (ke Polda Sumut),” ucap Pria yang kerap dipanggil Choki itu saat dikonfirmasi, Rabu siang, 29 Desember 2021.
Dijelaskannya, Alasan akan melaporkan mantan Ketua PSSI itu karena, perbuatan tidak menyenangkan atas kelakuan Gubernur Edy mempermalukan Choki saat kegiatan yang dihadiri para atlet dan pelatih itu.
“(Alasan) karena dia (Gubernur Edy) sudah membuat perbutan tidak menyenangkan dengan menjewer dan memarahi di depan umum saat pertemuan itu,” jelas Choki yang sudah menjadi Pelatih Biliar Sumut sejak tahun 2018.
Ia berharap, Dengan laporan yang akan disampaikan ke Polda Sumut. Choki mengharapkan pihak kepolisian menindaklanjuti laporan tersebut.
“Kemudian, harapan (yang lain) ya gak ada lagi Gubernur Sumut yang tingkah dan perbuatanya seperti beliau (Edy Rahmayadi),” kata Choki.
Diketahui, Aksi Edy Rahmayadi saat mengusir pelatih biliar itu viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 2 menit dan 59 detik. Terlihat Edy memberikan motivasi kepada para atlet Sumut itu.
Gubernur Edy sempat memanggil Coki. Karena, tidak ikut tepuk tangan. Edy memanggil dirinya naik ke atas podium.
“Yang pakai kupluk itu siapa? Kenapa enggak tepuk tangan,” sebut Edy sembari menunjuk ke arah Coki.
Coki berdiri dari kursinya dan maju ke depan. Ia sempat berada disampingnya Gubernur Edy. Ia bertanya kepada pelatih dari atlet mana.
“Atlet apa kau,” tanya mantan Pangdam I Bukit Barisan kepada Coki lagi.
Coki kemudian menjawab bahwa dia pelatih biliar.”Tak cocok jadi pelatih ini,” ungkap Edy.
Kemudian, Edy juga menjewer kuping pelatih itu. Aksi orang nomor satu di Sumut itu, disambut gelak tawa yang hadir dalam acara tersebut.
Dinilai mempermalukan dirinya, Coki turun podium dan meningal Edy berlalu begitu saja. Sontak Gubernur Edy tampak emosi dengan nada disampaikan.
“Sudah, pulang. Tak usah dipakai lagi. Kau langsung keluar. Tak usah lagi di sini,” cetus Edy.
Edy juga menginstruksikan Dispora Sumut dan KONI Sumut untuk mengevaluasi pelatih tersebut.
“Evaluasi. Kadispora, Ketua KONI. Yang tak pantas, tak usah (dipakai lagi),” sebut Edy. (red)












