BPS : Juli 2017 Medan Alami Inflasi 0,31 Persen

MEDANHEADLINES, Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Juli 2017 Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,31 persen.hal ini disebabkan oleh Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi mengatakan, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan yang mengalami kenaikan sebesar 0,83 persen, bahan makanan sebesar 0,43 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,16 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,13 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen.

“Untuk kelompok sandang dan kelompok kesehatan mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,26 persen dan 0,04 persen,” katanya, Selasa (1/8/2017).

Suhaimi juga menjelaskan pada Juli 2017 kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan terhadap inflasi/deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,10 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,03 persen.

Selanjutnya kelompok sandang -0,01 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,16 persen. Sementara kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,01 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Juli 2017 antara lain angkutan udara, cabai merah, ikan tongkol, dencis, daging ayam ras, bawang merah, dan kentang.

Persentase peningkatan harga komoditas antara lain, tarif angkutan udara naik 18,92 persen, harga cabai merah naik 8,44 persen, harga tongkol naik 8,72 persen, harga dencis naik 2,65 persen, harga daging ayam ras naik 2,38 persen, harha bawang merah naik 4,28 persen dan harga kentang naik 3,52 persen.

“Komoditas yang mengalami penurunan harha antara lain bawang putih, angkutan antar kota, wortel, kembung, minyak goreng, jeruk dan kelapa,” paparnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.