MEDANHEADLINES.COM, Medan – Seorang penyandang disabilitas netra (penglihatan) bernama Nur Khodijah (15) mengaku senang saat menjalani proses vaksinasi yang digelar Polsek Medan Timur, Sabtu (2/10) siang.
Bukan tanpa sebab, wanita tunanetra yang didampingi ibunya, Mardiati tidak perlu menunggu lama untuk menjalani vaksinasi. Begitu sampai, ia dan ibunya langsung diprioritaskan personel yang berjaga untuk segera disuntik vaksin Covid-19.
“Gak sakit kok, seperti digigit semut aja, bahkan badan jadi lebih segar,” ujar Hafidz Al-Qur’an itu.
Selain menguatkan imun, lanjutnya, vaksinasi ini salah satu syarat untuk belajar di pesantren Tahfidz Al-Quran di kawasan Medan Johor. “Kami harus vaksin biar bisa ikut belajar baca Al-Quran,” ujarnya.
Tidak lupa dia mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Polsek Medan Timur yang telah melaksanakan kegiatan vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat.
“Terima kasih buat Pak Polisi khususnya Polsek Medan Timur,” katanya.
Sementara, Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin mengaku awalnya ia tidak mengetahui adanya peserta dari tunanetra. “Saya dapat kabar, ada seorang tunanetra datang mengikuti vaksin,” ucapnya.
Begitu melihat Nur Khodijah datang, ia pun langsung memerintahkan petugas untuk segera melakukan suntikan terhadap peserta tunanetra tersebut.
“Kita sengaja mendahulukannya untuk segera disuntik,” katanya.
Arifin menambahkan, untuk hari ini pihaknya melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk 500 dosis kepada masyarakat. Dia mengimbau kepada masyarakat yang telah disuntik vaksin Covid-19 agar tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, rajin mencuci tangan, mengindari kerumunan dan menjaga jarak.
“Bagi yang belum vaksin agar segera mengikutinya supaya tercipta Herd Immunity,” ucapnya. (Fad)












