125 Ton Benih Padi Inbridra varietas Inpari 32 Tiba di Aceh Tenggara

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir Suwandi didampingi Direktur CV Bintang Tani Andalan, Riki Handoko. (Foto: Istimewa)

MEDANHEADLINES.COM, Aceh – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menyalurkan bantuan benih padi Inbridra varietas Inpari 32 sebanyak 125 ton ke Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Direktur CV Bintang Tani Andalan, Riki Handoko menjelaskan, program ini merupakan aspirasi dari Anggota Komisi IV DPR RI, M. Salim Fakhry untuk memenuhi kebutuhan benih padi di daerah pemilihannya yakni Aceh Tenggara.

“Kita berharap bisa membantu penyediaan benih padi wilayah Aceh dan Sumut. Tujuannya agar petani dapat menggunakan benih pada musim tanam tahun ini, sehingga bisa meningkatkan produktivitas kelompok tani di Aceh Tenggara,” kata Handoko melalui keterangan tertulis, Kamis (18/7/2024).

Ratusan ton bibit padi tersebut tiba di Aceh Tenggara, pada Rabu (17/7/2024), bersamaan dengan panen raya jagung di Lawe Disky, Babul Makmur. Kegiatan dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir Suwandi dan M. Salim Fakhry.

Pada kesempatannya, Suwandi menyampaikan agar petani dan penyuluh melakukan percepatan tanaman padi dengan jarak tanam ke panen maksimal 14 hari. Kemudian, segera mengganti tanaman dengan jagung jika lokasi tanam padi bermasalah karena air.

“Aceh Tenggara ini memiliki lahan seluas 24 ribu hektare. Jadi, untuk daerah yang tidak pas dengan padi tolong diganti tanaman jagung,” ujar Suwandi.

Salim Fakhry menambahkan, setelah bibit ini masuk ke Aceh Tenggara, para petani diharapkan bisa lebih maksimal menanam untuk bertani. “Kita berharap Aceh Tenggara ini bisa lebih baik lagi ke depannya,” kata Salim.

Mewakili penerima bibit, Wiwi Br Simorangkir berharap harga jual padi bisa lebih tinggi ke depannya. Sebab, padi ini merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia.

“Para petani di sini baru pertama kali menerima bibit padi. Kami memang dominan menanam jagung, tapi ada juga yang menanam padi. Dan saya berharap harga pupuk dan anti gulma tidak terlalu tinggi harganya,” ucap Wiwi. (RED/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.