Medan  

ERHA Derma Center Medan Iskandar Muda Kini Hadirkan Treatment untuk Mengatasi Kebotakan Rambut

Seorang Pasien sedang menjalani treatment Hair Grow Activation Therapy untuk mengurangi kerontokan rambut di ERHA Derma Center Medan Iskandar Muda. (Foto: Istimewa).

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Berpenampilan menarik saat ini telah menjadi kebutuhan masyarakat. Aktivitas padat yang mengharuskan seseorang untuk berinteraksi sosial dalam dunia profesional menuntut dia untuk senantiasa menjaga penampilan.

Berbagai cara dilakukan, dimulai dari menjaga kebersihan diri, memperhatikan asupan nutrisi makanan, olahraga secara teratur, pemakaian skincare dan haircare. Berkonsultasi dengan dermatolog sudah menjadi suatu trend yang dijalani, tidak hanya oleh wanita namun juga para pria.

Rambut yang sehat merupakan salah satu penunjang dalam berpenampilan menarik. Namun, berbagai permasalahan pada kulit kepala dan batang rambut, mungkin tidak bisa dihindari bagi sebagian orang.

Beragam faktor mulai dari gaya hidup yang tidak sehat hingga faktor keturunan bisa menyebabkan seseorang mengalami kebotakan. Jika tidak ditangani dengan tepat bisa mengakibatkan kebotakan permanen yang tentunya sangat mengganggu penampilan.

dr. Noumi Herlina Bangun, SpDVE, FINSDV salah satu dermatologi di ERHA Derma Center Medan Iskandar Muda mengatakan, rambut yang sehat bukan berarti tidak rontok. Normalnya rambut rontok adalah sekitar 50-100 helai per hari. Jika sudah dirasa lebih dari 100 helai per hari, maka kondisi ini sudah dikategorikan tanda-tanda kebotakan atau dikenal sebagai alopecia dalam dunia medis.

“Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya kebotakan yaitu faktor keturunan (androgenetic alopecia), hormon, stres, kekurangan nutrisi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol,” ujar dr. Noumi dalam keterangannya, pada Senin (1/7/2024).

Noumi menjelaskan, penyebab kerontokan rambut bisa bermacam-macam dan berbeda antara pria dan wanita. Menurut American Hair Loss Association, 95 persen rambut rontok pada pria disebabkan oleh androgenetic alopecia.

Pada pola kebotakan pria, rambut rontok biasanya terjadi di bagian atas dan depan kepala. Lain halnya dengan wanita, pola kebotakan rambut ditentukan oleh hormon.

Menurut National Library of Medicine, wanita hamil akan menunjukkan lebih banyak alopecia dibandingkan pria atau wanita tidak hamil, dan tingkat keparahan alopecia akan berfluktuasi seiring berjalannya waktu, dengan tingkat alopecia tertinggi berhubungan pada saat melahirkan, sehingga banyak yang mengalami kerontokan di saat hamil dan melahirkan karena adanya perubahan hormon yang dialami.

Gaya hidup yang tidak sehat juga menjadi penyebab kerontokan rambut, menurut dr. Noumi Noumi Herlina Bangun, SpDVE, FINSDV dari ERHA Derma Center Medan, kerontokan rambut bisa disebabkan oleh berbagai hal.

“Genetik, gaya hidup yang merusak kulit otomatis merusak rambut, seperti memakai topi, pengecatan rambut, pengeritingan rambut, alkohol, narkoba, makanan manis dan diet drastis yang mengakibatkan berkurangnya protein dan gizi,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, banyak cara yang dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan mengunjungi klinik dan berkonsultasi dengan dokter ahli. Salah satu klinik yang bisa membantu mengatasi kerontokan rambut adalah ERHA.

ERHA kini menjadi klinik kecantikan yang lengkap, bukan hanya menangani permasalahan kulit tapi ada juga Hair Center yang fokus untuk menangani permasalahan rambut.

Hair Grow Activation Therapy adalah salah satu treatment yang berfungsi untuk mengurangi kerontokan rambut yang bisa dilakukan di ERHA. Treatment ini terdiri dari dua tindakan yang mengkombinasikan teknologi Electroporation Needle System (dengan Auto Microneedle dan Electroporation) dan Red Light Therapy.

Kombinasi ini terbukti efektif meningkatkan penyerapan obat atau serum, melancarkan aliran nutrisi dan oksigen sehingga meningkatkan pertumbuhan rambut baru yang lebih sehat dan kuat.

Selain dari treatment tersebut, disarankan juga untuk menggunakan hair care yang sesuai dengan permasalahan rambut. Oleh karena itu direkomendasikan untuk datang ke klinik ERHA dan berkonsultasi dengan dokter ahli yang ada. (FAD/RIL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.