Solusi Digital OCA Berhasil Naikkan Pembayaran PKB Kulon Progo 40 Persen

Kasubag Tata Usaha KPPD, Kulon Progo, Riyadi, S.H, M.H, saat menyampaikan pendapatan dari wajib pajak kendaraan Kulon Progo naik 40 persen sejak menggunakan OCA. (Foto: Istimewa)

MEDANHEADLINES.COM, Kulon Progo – Tahun lalu Korlantas Polri merilis data bahwa sampai Desember 2021 tercatat ada sekitar 103 juta kendaraan. Namun, hanya 39 persen atau sekitar 40 juta kendaraan yang melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Data tersebut terkumpul dari 2016 hingga akhir 2021. Jika dirupiahkan, maka potensi pendapatan negara yang hilang senilai Rp100 triliun.

Berdasar data yang dihimpun Korlantas Polri, jumlah kendaraan bermotor sampai dengan awal 2022 mencapai 146.046.000 unit. Jumlah ini terdiri dari mobil penumpang sebanyak 22.434.401 unit. Mobil bus 211.675 unit, mobil barang 5.737.594 unit, sepeda motor 117.580.815 unit dan kendaraan khusus 82.181 unit.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat potensi tersebut bisa menjadi pendapatan negara dan pada akhirnya menyejahterakan masyarakat.

Seperti yang dilakukan Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD), Kabupaten Kulon Progo yang memanfaatkan Omni Communication Assistant (OCA). OCA sendiri adalah solusi digital dari Telkom Indonesia untuk ekosistem komunikasi. OCA berhasil membantu KPPD Kulon Progo menaikkan pendapatan pajak kendaraan bermotor sebesar 40 persen.

“Kenaikan pendapatan dari wajib pajak kendaraan Kulon Progo sejak menggunakan ocaindonesia.co.id sebesar 40 persen. Semenjak ada OCA, yang awalnya 17 ribu menjadi 10 ribu, artinya ada peningkatan lebih dari 40 persen,” kata Kasubag Tata Usaha KPPD, Kulon Progo, Riyadi, S.H, M.H.

Sudah setahun belakangan, satuan kerja yang dipimpinnya menggunakan ocaindonesia.co.id. Menurut lelaki yang biasa disapa Riyadi itu, implementasi digital berlandas atas peraturan presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang sistem penyelenggaraan sistem pemerintah bebas elektronik. Sehingga pihaknya melaksanakan digitalisasi komunikasi agar bisa memberikan informasi kepada wajib pajak secara realtime 24 jam.

“Apa yang dibutuhkan masyarakat bisa dilayani setiap waktu dengan menggunakan teknologi informasi. Jadi, sekarang teknologi informasi berkembang pesat, kita juga harus mengikutinya dan salah satunya ya produk OCA ini. Ditambah, sekarang memang masyarakat hampir semuanya memiliki handphone. Informasi apa pun langsung dipungut dari HP, begitu juga dengan transaksi dan lain sebagainya. Ya jadinya kita memang harus beralih ke digitalisasi,” ujar pria berdarah Jawa itu.

Menurutnya, alasan wajib pajak menunggak pembayaran bisa dikarenakan banyak hal. Bukan semata faktor ekonomi terkait nominalnya saja, tetapi juga dikarenakan prosedur layanan. Prosedur layanan yang dimaksud adalah layanan yang bagaimana, layanan yang kapan dan di mana bisa diakses dan lain-lain. Artinya, ada banyak faktor yang menyebabkan tunggakan, termasuk pula yang tidak jarang adalah terlupa tanggal jatuh tempo.

Digitalisasi, mencoret semua permasalahan-permasalahan tersebut. Sebagai contoh, beberapa tahun silam, jika wajib pajak ingin bertanya mengenai besaran pajak, masalah pelayanan dan prosedur, maka mereka perlu datang ke kantor. Sementara, di pihak KPPD sendiri juga mengalami keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Saat KPPD perlu menyampaikan informasi, pengerjaannya masih sangat manual, dengan menempelkan informasi di tempat-tempat ramai yang memungkinkan dibaca orang.

Sejak digunakannya OCA Blast, salah satu fitur dari ocaindonesia.co.id untuk menyebarkan pesan atau informasi ke banyak penerima pesan dalam satu waktu, hal-hal di atas tidak lagi dialami Riyadi dan tim. Misalnya jatuh tempo pajak, maka informasi bisa lebih cepat disebarkan, memangkas waktu dan volume penerima pesan bisa berjumlah ribuan, dan itu bisa terkirim dalam sekali klik. Semudah itu!

“Kalau dulu kan mereka harus ke kantor untuk mencari informasi berapa nominal dan bagaimana prosedur pelayanan. Nah sejak menggunakan OCA, mereka tinggal buka saja karena kita ada layanan langsung dijawab, seperti itu. Teknologi OCA membantu Aparatur sipil Negara (ASN) di KPPD Kulon Progo dalam mempercepat dan mempermudah memberi pelayanan terkait pajak. Masyarakat sekarang tinggal membawa HP dan aktivitas-aktivitas transaksi juga lewat HP. Lebih cepat prosesnya, termasuk penyerapan anggaran dari pendapatan pajak itu sendiri,” katanya.

Riyadi juga menyebut bahwa dengan OCA Blast, memungkinkan pihaknya mengingatkan kepada wajib pajak kapan jatuh tempo, termasuk juga mengingatkan kembali mereka yang telah menunggak pajak. Juga, penyebaran informasi yang lebih luas lagi tentang program-program bebas denda pajak. Pengingat ini berlaga seperti layaknya asisten yang mengingatkan kembali si wajib pajak. Maka, peningkatan sebanyak 40 persen bukan tidak mungkin bisa ditingkatkan lagi.

Hal senada juga disampaikan Sagita, salah seorang pegawai KPPD Kulon Progo yang bertugas sebagai Operator OCA. Ia menyebut jika sudah mencoba beberapa alternatif digital sebelum akhirnya menggunakan OCA.

“Kita pakai kanal digital, ada produk lain tetapi ya ada beberapa kendala di situ. Misal, nomor kami yang beberapa kali terblokir dan tidak ada centang hijaunya. Hal ini mempengaruhi tingkat kepercayaan publik. Masyarakat jadi ragu, ini benar nomor official Samsat atau bukan, gitu,” kata Sagita.

Sagita merasakan manfaat langsung ketika menggunakan OCA. Ia merasa pekerjaannya sekarang terbantu dan dimudahkan. “OCA punya fitur broadcast scheduler, jadi kalau mau nge-blast minggu depan, minggu depannya lagi, sudah bisa kita jadwalkan di hari ini. Jadi minggu depan kita sudah tidak pusing, tinggal dicek saja. Terus, kuotanya cukup banyak. Satu hari bisa 1000, bahkan nanti ada peningkatan, bisa sampai sepuluh ribu nomor kontak. Nah, itu pasti memudahkan banget. Yang paling penting lagi kuotanya itu, kita jadi lebih tepat sasaran makanya ini berhubungan dengan pendapatan,” ucapnya.

Sagita pun melanjutkan bahwa pihaknya melakukan pengecekan berapa tunggakan pajak kendaraan bermotor yang masuk setiap harinya. Saat jatuh tempo, maka akan dikirimkan pesan melalui WhatsApp broadcast yang ditujukan khusus kepada penunggak pajak.

Sagita merasa bersyukur, atasannya memilih OCA sebagai solusi digitalisasi kantor tempat ia bekerja. Sejak ada OCA, ia tidak lagi merasa pusing. Karena pun jika ada kendala selama penggunaan, tim OCA akan sigap dan cepat merespons.

“OCA luas biasa. Pertama responsnya cepat, kerja samanya enak, kita juga ga perlu terjebak dan pusing sendiri karena kadang dari perusahaan-perusahaan tuh enggak care. Dan kita memilih OCA karena ingin lebih safety keamanan data dan sebagainya, karena ini buatan anak negeri dari Telkom, salah satu BUMN Indonesia. Itu yang menurut saya menjadi garis utama yang harus kita pegang, keamanan datanya,” pungkas Sagita. (Red/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.