Medan  

LPPM Unimed Lakukan Pendampingan Kompetensi Internet of Things di SMK Teladan 2 Sumut

LPPM Unimed Lakukan Pendampingan Kompetensi Internet of Things di SMK Teladan 2 Sumut. (Foto: Istimewa)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (UNIMED) kembali melakukan kegiatan pendampingan. Kali ini program yang dilakukan adalah pembekalan kompetensi internet of things kepada siswa Swasta Teladan 2 Sumut.

Kegiatan kali ini didampingi oleh para dosen yakni: Ir. Olnes Yosefa Hutajulu, S.Pd., M.Eng., IPM, Ir. Mhd. Dominique Mendoza, S.E., S. Kom., M.M, dan Reni Rahmadani, S.Kom., M.Kom.

Ketua pelaksana kegiatan Ir. Olnes Yosefa Hutajulu mengatakan bahwa program pendampingan pembekalan kompetensi internet of things ditujukan untuk memberikan kesadaran bagi siswa. Sebab, di Era Revolusi Industri 4.0 ini, mereka perlu memiliki kompetensi pendamping. Tujuannya agar mereka semakin siap bekerja seperti slogan “SMK Bisa” yang digaungkan saat ini.

“Saat ini kita sudah memasuki Era Revolusi Industri 4.0, di mana teknologi informasi sudah membaur dengan berbagai bidang, salah satunya bidang instalasi listrik. Adik-adik SMK jurusan teknik instalasi listrik harus sadar bahwa instalasi sudah tidak sesederhana sebelumnya,” kata Olnes.

“Mengingat sudah banyak bangunan yang dibangun dengan instalasi listrik pintar atau kita kenal dengan smart home. Jika mereka tidak memiliki kompetensi pendamping yang mendukung seperti internet of things ini, bisa jadi seharusnya mereka dapat proyek jadi batal, karena tidak memahami sistem instalasi smart home tadi,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Olnes, saingan kerja lulusan instalasi listrik ini tidak hanya dari sesama jurusan melainkan dari jurusan teknik bangunan, bahkan dari jurusan teknik informatika. Terlebih, jurusan bangunan adalah pintu utama proyek jasa konstruksi dan di dalamnya terdapat pekerjaan instalasi listrik.

“Pengalaman memperlihatkan bahwa banyak pengerjaan instalasi listrik tidak dilakukan oleh lulusan SMK instalasi listrik. Jika tidak menambah kompetensi, tentu adik-adik SMK jurusan instalasi listrik akan kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan ke depannya,” ujarnya.

Olnes menjelaskan, tim yang mengikuti kegiatan ini masing-masing memiliki peran dalam pendampingan. Reni Rahmadani membantu siswa memahami program internet of things dan Mhd. Sedangkan Dominique Mendoza memberikan gambaran peluang kerja di bidang instalasi listrik x internet of things seperti proyek rumah pintar, peternakan pintar, pertanian pintar hingga kota pintar yang diprediksi terwujud di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

“Semoga dengan pendampingan ini, adik-adik SMK jurusan instalasi listrik sadar bahwa mereka harus lebih giat dalam belajar karena tidak hanya mempelajari kompetensi utamanya. Melainkan juga mempelajari kompetensi tambahan yang salah satunya internet of things,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.