Medan  

Wali Kota Medan Sebut Festival Payau Puan Paloh Bisa Masuk Kalender Event Pemko

Wali Kota Medan Bobby Nasution di dampingi Ketua Panitia acara Herawanti Handayani saat mendatangi stan kuliner khas pesisir di Festival Payau Puan Paloh, sabtu (11/3/2023).

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan bahwa Festival Payau Puan Paloh yang diselenggarakan di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, ini bisa masuk dalam kalender event Pemerintah Kota Medan.

“Kami mohon maaf, seharusnya dari Dinas Pariwisata bisa menjadikan festival ini sebagai kegiatan dalam kalender event tahunan,” kata Bobby saat membuka Festival Payau Puan Paloh pada Sabtu (11/3/2023).

Apalagi saat ini pihaknya sedang menyusun kalender event tahunan, mulai tingkat kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, nasional dan Internasional. Tujuannya untuk menggali semua potensi yang ada di Kota Medan.

Bentuk apresiasi, Bobby meminta kepada Ketua Panitia Festival Payau Puan Paloh, Herawanti Handayani untuk berdiskusi bersama Dinas Pariwisata Kota Medan ke depannya.

“Tapi nanti saya minta warga Kelurahan Paya Pasir ini harus berani untuk mengembangkan pariwisatanya. Mulai dari kuliner dan lainnya,” ujarnya.

Di acara yang sama, Manajer Dana Indonesiana dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Roy Silalahi mengapresiasi pelaksanaan Festival Payau Puan Paloh ini. Katanya, ada 5 penerima di Kota Medan pada 2022. Satu di antaranya Herawanti Handayani.

“Sudah saatnya ruang-ruang publik itu dapat program – program aktivitas kebudayaan. Sehingga akan terjadi interaksi kebudayaan antara masyarakat, seniman dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia, Herawanti Handayani menyampaikan, Festival Payau Puan Paloh ini mengikutsertakan seluruh perempuan. Mulai dari panita, pengisi acara sampai peserta. Tujuannya agar perempuan di daerah ini bisa menopang perekonomian keluarga.

“Dan kami berharap dukungan dari berbagai pihak agar acara ini kembali digelar pada momen Ramadan nanti,” ucap perempuan yang sudah 7 tahun bersanggar di Museum Situs Kota Cina itu.

Herawanti menjelaskan, event ini digelar berdasarkan dengan kondisi dan kebiasaan masyarakat sekitar mencari nafkah. Biasanya, ibu-ibu di pesisir itu mencari lokan, menyerut lidi dan mencari kepiting.

“Karena di Paloh ini sekarang banyak sampah, mereka agak kesulitan kembali ke pencaharian awalnya. Mereka sekarang banyak yang jadi pemulung, buruh pabrik atau pembantu rumah tangga. 15 tahun yang lalu katanya air di sini masih jernih,” katanya.

“Harapannya acara ini bisa menambah ekonomi ibu-ibu rumah tangga lewat kuliner-kuliner khas pesisirnya,” tambahnya.

Pantau di lokasi, setelah resmi dibuka, Bobby Nasution bersama rombongan dan Ketua Pantia acara meninjau lokasi kuliner khas pesisir Medan bagian Utara.

Sebagai informasi, Festival Payau Puan Paloh diinisiasi oleh Herawanti Handayani melalui Dana Indonesiana. Payau adalah air tawar atau air asin jadi payau, Paloh adalah blancang di seputaran Kelurahan Paya Pasir dan Puan adalah perempuan di pesisir ini. Sehingga diberi nama Festival Payau Puan Paloh.

Festival turut dihadiri Komisaris Utama PTPN II Osmar Tanjung, Ketua Komite Seni Budaya Nusantara Sumut Sukirman yang diwakili, para pimpinan perangkat Kota Medan dan Kapolres Medan Belawan AKBP Josua Tampubolon. Selanjutnya Camat Medan Marelan Anshari Hasibuan, Lurah dan Kepala Lingkungan serta masyarakat sekitar. (FAD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.