Makan Korban, Bola Mata Bocah SD Ini  Terluka Akibat Bermain Latto-Latto

Potret Artis Main Latto-Latto (TikTok/@inpersa16)

MEDANHEADLINES.COM – Bagi orangtua yang masih membiarkan anaknya main latto-latto sepertinya harus berhati-hati. Mainan jadul yang ini kembali viral telah memakan korban.

Dikutip dari akun Instagram Lambe Turah, Senin (9/1/2023) seorang bocas SD asal desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara terpaksa harus kehilangan satu mata setelah bermain latto-latto.

Dalam unggahan di akun tersebut, ada seorang yang mengingatkan agar mengawasi anak-anak yang bermain latto-latto. Hal itu karena bola mata teman dari keponakannya terkena bandul latto-latto yang cukup keras.

Alhasil bola mata sebelah kanannya pecah dan harus dianggat. Bocah yang disebutkan kelas 3 SD itu terpaksa kehilangan sebelah matanya.

“Assalamualaikum teman-teman. Mau saling mengingatkan yang pada punya anak main latto-latto diawasi ya. Ini teman ponakan SD kelas 3 main latto-latto neka bola mata pecah akhirnya diangkat dan mata buta sebelah,” tulis seseorang di postingan tersebut.

Postingan ini pun langsung diserbu oleh netizen. Mereka sepakat kalau anak-anak dilarang bermain permainan ini karena membahayakan.

“Gua harus kirim ini ke grup keluarga biar ponakan gua stop maen lato lato,” tulis akun @oktavioniii.

“Hati-hati ya adek-adek. Kadang emang suka parno waktu dimainin tiba-tiba lepas dari talinya,” kata akun @pentol_idolagresik.

“Kalau enggak ada korban enggak bakal berhenti. Semoga ini yang terakhir. Buat adiknya semoga cepet sembuh,” tulis akun @beebil.jr.

Latto-latto sendiri pertama kali muncul di Amerika Serikat dan Eropa tahun 1960-an. Dulu permainan ini terbuat dari kaca ataupun kayu. Sehingga jika bola latto-latto pecah, maka serpihannya bisa sangat membahayakan.

Bola latto-latto pun bertransformasi menjadi bahan plastik. Sayangnya, mainan ini tetap membahayakan pemainnya. Latto-latto pun telah dilarang di Amerika Serikat karena dianggap membahayakan.

Di Indonesia sendiri saat ini belum ada aturan pasti tentang mainan ini. Hanya saja dulu maianan Lato-latto sempat populer kemudian sempat menghilang. (Red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.