MEDANHEADLINES.COM, Medan – Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang diketuai oleh drg. Tanti Deriaty, Sp.Ort., MDSc yang beranggotakan drg. Aditya Rachmawati, Sp.Ort(K) dan drg. Zulfi Amalia Bachtiar, MDSc melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan perawatan maloklusi gigi pada murid SLB-E Pembina Tingkat Provinsi yang sudah sering berkerjasama dengan USU dalam hal pengabdian masyarakat, Selasa (23/08/2022).
Menurut data WHO tahun 2014, sekitar 360 juta penduduk di dunia memiliki gangguan pendengaran, yaitu sebanyak 328 juta pada orang dewasa dan sebanyak 32 juta pada anak-anak. Keterbatasan dalam mendengar dan atau berbicara inilah yang menjadi salah satu hambatan bagi penyandang tuna rungu untuk memperoleh pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut serta pencegahan dan perawatan maloklusi gigi yang nantinya akan menentukan sikap dan tindakan anak dalam menjaga kebersihan dan kesehatan rongga mulut.
Kepala sekolah SLB-E Pembina Tingkat Provinsi, Mardi Panjaitan, S.Pd, mengatakan bahwa “SLB-E Pembina Tingkat Provinsi memiliki 470 murid yang terdiri dari SD, SMP, serta SMA. Untuk pembagian kelasnya dikelompokkan berdasarkan klasifikasinya yaitu, tuna grahita (keterbelakangan mental), tuna rungu (kehilangan kemampuan untuk mendengar), tuna netra (kehilangan kemampuan untuk melihat), tuna daksa (gangguan gerak), dan autis.”.
Drg. Tanti Deriaty, Sp.Ort., MDSc sebagai ketua Pengabdian Kepada Masyarakat mengatakan, “Saya dan tim dosen pengabdian tertarik untuk melakukan sosialisasi mengenai pencegahan dan perawatan maloklusi gigi melalui video berbahasa isyarat yang disertai animasi menarik untuk memudahkan pemahaman siswa-siswi tuna rungu sehingga dapat meningatkan kemampuan mereka untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini didasari oleh karena adanya hambatan komunikasi dan minimnya media informasi yang didapatkan oleh anak berkebutuhan khusus (ABK), khususnya penyandang tuna rungu.”
Pada kesempatan ini juga, drg. Tanti Deriaty, Sp.Ort., MDSc menjelaskan secara singkat kegiatan yang dilakukan berupa edukasi mengenai kebiasaan buruk yang menyebabkan susunan gigi yang tidak baik, sehingga siswa dapat mencegah terjadinya hal tersebut, kemudian acara akan dilanjutkan dengan latihan sikat gigi bersama dimana siswa sudah diberikan model gigi dan sikat gigi sehingga dapat langsung mendemokan cara menyikat gigi yang baik dan benar.
Kepala sekolah juga menyampaikan kesan dan pesannya setelah berakhirnya acara sosialisasi “Saya sangat senang, karena dengan adanya kegiatan ini secara tidak langsung memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada anak didik kami serta juga cara penyampaian yang dilakukan secara berbeda dengan yang sudah diajarkan oleh guru di sekolah yaitu, menggunakan model gigi dan video khusus untuk anak tuna rungu.”
Drg. Tanti Deriaty, Sp.Ort., MDSc dan Bapak Mardi Panjaitan, S.Pd., menyampaikan harapan mereka untuk siswa-siswi SLB-E agar dapat memahami tentang kesehatan serta cara merawat gigi dan mulut yang baik dan benar dan juga dapat memahami pentingnya mencegah kelainan susunan gigi dengan menghindari kebiasaan buruk. Bapak Mardi Panjaitan S.Pd juga memberikan sarannya agar suatu saat dapat diadakan pemeriksaan gigi untuk mengetahui keadaan kesehatan rongga mulut siswa-siswi SLB-E Pembina Tingkat Provinsi.
Diketahui dalam kegiatan tersebut, murid SLB-E Pembina Tingkat Provinsi menyambut baik sosialisasi yang telah disampaikan oleh tim FKG USU dilihat dari antusias mereka menjawab pertanyaan kuis yang diberikan. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan baru dan diharapkan dapat diterapkan agar tercipta keadaan gigi dan mulut yang sehat.
Acara sosialisasi ditutup secara resmi dengan memberikan beberapa bingkisan serta plakat dan diakhiri dengan foto bersama. (*)












