Ragam  

PT IndonesiaWISE Gelar Seminar Multistakeholder Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Sumut

MEDANHEADLINES.COM – Seminar penting bertajuk Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara diselenggarakan di Deli Serdang pada 17 Februari 2022.

Seminar ini diselenggarakan oleh perusahaan konsultan dan penasihat keberlanjutan terkemuka IndonesiaWISE yang telah menyelesaikan penelitian komprehensif selama bertahun-tahun di tujuan wisata terkenal di Sumatera Utara seperti Medan, Berastagi, Deli Serdang, Siantar, Danau Toba, Balige, Silangit dan lain-lain.



Sekitar 100 delegasi yang mewakili pemangku kepentingan utama di industri seperti pemerintah, hotel, restoran, operator tur, pemasok UKM, media, lembaga akademik, LSM dan pakar menghadiri seminar yang diadakan di Prime Plaza Kualanamu Hotel.

Pembicara utama adalah Bp Amol Titus, Sustainability Expert, Professor dan CEO IndonesiaWISE, Bp Zumri Sulthony, Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara, Bp Khoirum Rizal, Kepala Dinas Pariwisata Deli Serdang, Bp Agus Suriyono, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan dan Ibu Tetti Naibaho, Kepala Dinas Pariwisata Samosir.

Eksekutif senior dari industri perhotelan dan asosiasi juga berbagi pengalaman dan masukan mereka. Pertunjukan tari budaya dan pameran produk industri kreatif juga digelar.

Bp Amol Titus menyoroti 10 poin utama dan saran untuk Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara berdasarkan penelitian proyek.

1. Sumatera Utara adalah salah satu provinsi yang paling beragam secara ekologi dan budaya di Indonesia dan bahkan di kawasan ASEAN. Keanekaragaman lingkungannya tidak hanya kaldera Danau Toba yang spektakuler tetapi juga pegunungan, sungai, air terjun, dan hutan alam yang indah yang berisi banyak spesies hewan, burung, serangga, dan bunga langka.

Keanekaragaman budaya mencakup orang-orang dari banyak etnis, agama dan tradisi. Ini dapat dilihat dalam berbagai bentuk seni, warisan arsitektur, musik, tari dan kuliner.

2. Kekayaan keragaman yang ditawarkan Sumatera Utara merupakan potensi untuk menjadi tujuan wisata yang unik bagi wisatawan domestik dan internasional. Hal ini sangat penting mengingat sektor pariwisata sangat vital bagi perekonomian dan lapangan kerja di provinsi yang terkena dampak buruk akibat pandemi Covid-19.

3. Untuk memanfaatkan potensi pariwisatanya dengan baik, Sumatera Utara harus mengadopsi praktik Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Aspek yang paling penting dari ini adalah pelestarian lingkungan alam yang masih asli. Hal ini menghadapi ancaman serius karena perbuatan manusia seperti penggundulan hutan, konstruksi berlebihan di daerah rapuh yang memicu erosi dan tanah longsor, pembalakan liar, perburuan liar dan kebakaran hutan.

Konservasi harus menjadi prioritas bagi semua pemangku kepentingan dan hotel dapat mendorong tamunya untuk berkontribusi pada program konservasi yang kredibel yang sudah berjalan di Sumatera Utara.

4. Pengelolaan lingkungan juga memerlukan pengolahan limbah dan sampah secara tepat, yang mana ini merupakan masalah serius di seluruh Sumatera Utara karena kapasitas yang tidak memadai dan tidak adanya teknologi modern serta instalasi pengolahan. Limbah yang tidak diolah dan limbah industri merusak badan air seperti sungai dan danau. Hal ini perlu menjadibprioritas utama dalam proyek peningkatan infrastruktur.

5. Dampak polusi dari kendaraan harus diminimalkan di daerah yang kaya akan keanekaragaman ekologi seperti Sumatera Utara. Saat mengembangkan infrastruktur terkait konektivitas, hal ini perlu diingat. Penekanan lebih pada transportasi umum bersama, kendaraan listrik dan zona pejalan kaki atau bersepeda.

6. Pemeliharaan destinasi wisata perlu ditingkatkan dengan toilet yang layak, fasilitas bagi wisatawan berkebutuhan khusus, tempat sampah, pelabelan pohon langka dan penandaan peraturan bagi wisatawan. Larangan penggunaan plastik sekali pakai harus ditegakkan secara tegas. Jika air minum bersih dapat disediakan, masalah botol air plastik yang berakhir di tempat pembuangan sampah dan badan air dapat dikurangi.

7. Informasi yang lebih luas tentang keragaman budaya Sumatera Utara termasuk situs warisan, museum, situs wisata suku dan desa harus disusun dan disosialisasikan dengan baik melalui situs web dan kampanye. Tingkat kesadaran di kalangan wisatawan domestik bahkan di ibu kota negara Jakarta masih rendah.

8. Pariwisata harus terintegrasi. Misalnya, wisatawan yang merencanakan kunjungan ke Danau Toba harus ditawarkan paket gabungan termasuk menginap di Medan, kunjungan ke Deli Serdang dan Bukit Lawang. Paket harus mencakup kombinasi destinasi lingkungan dan budaya. Festival dan kampanye perlu sosialisasi yang lebih baik melalui media sosial.


9. Wisatawan Indonesia dengan pengeluaran tinggi setiap tahunnya mengunjungi destinasi regional seperti Malaysia, Singapura dan Thailand dalam jumlah besar. Dengan pengembangan bandara Kuala Namu dan Silangit, dilakukan upaya untuk mendorong persinggahan di Sumatera Utara. Sektor penerbangan dan hotel perlu membuat paket yang layak dan harga bersaing.

10. Sektor perhotelan harus lebih berperan dalam memanfaatkan produk lokal dari petani lokal dan UKM. Tren pemanfaatan produk luar negeri (furnitur, peralatan, dekorasi ruangan, produk impor, dll) perlu dikendalikan. Asosiasi industri harus berkontribusi dalam mengembangkan rantai pasokan lokal. Mereka juga harus memberikan kesempatan kepada seniman, musisi, penari, dan pembuat kerajinan lokal untuk berpartisipasi dalam acara mereka.

Umpan balik dan saran dari para ahli dan delegasi lainnya menunjukkan rasa konsensus dan komitmen untuk mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan di Sumatera Utara. Di bawah kepemimpinan Bp Amol Titus, tim IndonesiaWISE juga telah menyelesaikan proyek perintis pariwisata berkelanjutan di Yogyakarta-Borobudur-Prambanan dan Malang-Boromo-Tengger-Batu dan sebuah proyek akan diluncurkan akhir tahun ini di Lombok-NTB. Ini adalah proyek bertahun-tahun yang juga mencakup pengembangan kapasitas bagi para profesional sektor perhotelan dan lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri dalam pariwisata.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.