MEDANHEADLINES.COM – Ketua Asosiasi Perusahaan Indonesia (APINDO) Sumatera Utara (Sumut), Parlindungan Purba, mendorong percepatan pembangunan Bandara Silambo Telukdalam Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
Dikatakan Parlindungan Purba, Bandara Silambo merupakan sarana transportasi yang perlu dikembangkan mengingat Nias Selatan memiliki potensi ekonomi terutama dalam sisi pariwisata yang memiliki prospek besar, seperti Desa Bawomatalu, Pantai Sorake tempat Surfing dan masih banyak lainnya dan termasuk dalam prospek perikanan.
“Jadi aspirasi dari masyarakat ini tentu saya akan sampaikan nantinya kepada menteri Perhubungan untuk dapat dipercepat pembangunan bandara ini. Karena dengar (Pembangunan) tapi refocusion, tapi template nya sudah ada, tinggal percepatannya yang akan kita dorong,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke Nias Selatan, Minggu (06/2/2021).
Parlindungan juga mengungkapkan, Bahwa dengan dilakukannya pembangunan Bandara Silambo itu tentu juga akan mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.
Karena, Dengan adanya pembangunan Bandara Silambo ini tentu investor akan dapat melakukan kunjungan wisata di Nias Selatan dan tentu akan menanam investasinya.
“Jadi saya yakin pembangunan bandara ini akan menguntungkan Indonesia, terutama daerah Nias Selatan. Walaupun ada juga di Gunungsitoli bandara, namun karena faktor geografis menempuh dari Gunungsitoli kesini butuh waktu beberapa jam, terus penduduknya disini cukup besar”, tukas Pria yang juga menjabat sebagai ketua Komite ASEAN Kadin Indonesia ini
Parlin juga menyampaikan, Permohonan pembangunan ini akan segera ia sampaikan kepada menteri Perhubungan sesuai dengan dokumen-dokumen yang telah dipersiapkan oleh Pemkab Nias Selatan.
Diketahui, Pembangunan Bandara Silambo telah direncanakan sejak tahun 2007. Dan kembali masuk perubahan rencana induk pembangunan tahun 2020. Bandara Silambo memiliki lebar 75 meter dan panjang 1.400 meter yang telah didaftarkan dan masih tersisa sekitar beberapa ratus meter lagi.
Pemerintah Kabupaten Nias Selatan di tahun 2020 telah menggelontorkan dana pembangunan sebesar Rp 21 miliar, Namun Karena terjadinya Covid-19, dan adanya pemotongan anggaran (refocusion anggaran) dari pusat, sehingga pembangunan bandara Silambo pun ikut tertunda.
Wakil Bupati Nias Selatan, Firman Giawa, menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan untuk percepatan pembangunan Bandara Silambo ini.
“Beberpa waktu lalu saya bersama Kadis Perhubungan dan Ketua DPRD telah berkoordinasi dengan Dirjen Perhubungan, dan mereka telah menjamin untuk pembangunan bandara Silambo ini. Tentu wajib kita terus mengulang-ulangi sampaikan kepada Dirjen Perhubungan,” tutur Firman Giawa.
Disampaikannya bila mencukupi anggaran Nias Selatan, pihaknya akan bantu anggaran pembangunan Bandara Silambo sehingga tidak hanya berpatokan terhadap APBN.(red)












