MEDANHEADLINES.COM, MEDAN – Grab dan Universitas Sumatra Utara menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung dimulainya pembelajaran tatap muka di kampus hijau itu.
Grab mendukung USU dengan membangun 2 shelter dan menyediakan peminjaman 10 unit motor listrik untuk menunjang mobilitas di lingkungan kampus.
Grab juga menghadirkan pembayaran non-tunai menggunakan OVO untuk layanan legalisir dokumen dan perpustakaan, dengan demikian memperlancar kembalinya aktivitas belajar mengajar secara fisik.
Grab juga turut memudahkan proses pengadaan belanja beragam kebutuhan universitas via Portal Bela Pengadaan sebagai sarana pengadaan resmi pemerintah melalui yaitu Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Kami mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh atas inisiatif Grab untuk menunjang Pembelajaran Tatap Muka 100%. Kami menyambut hangat mahasiswa dan mahasiswi yang akan kembali ke lingkungan kampus dengan menyediakan layanan dan fasilitas yang menunjang pembelajaran dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kami harap dengan hadirnya shelter Grab dan inovasi pembayaran digital, mereka lebih mudah untuk datang dan pulang dari sekolah dengan aman dan mempercepat pemulihan pandemi di Sumatera Utara.” Ujar Rektor USU Muryanto Amin.
Sebagai komitmen untuk mengembangkan talenta digital yang semakin dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, Grab turut membuka kesempatan bagi 20 mahasiswa untuk bergabung bersama Grab melalui program magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
“Misi GrabForGood selalu mendorong kami untuk memberikan dampak positif dari teknologi ke masyarakat Indonesia, termasuk dalam bidang pendidikan. Kami sangat bangga dapat dipercaya oleh USU untuk menjadi mitra yang mendukung kembali bergulirnya Pembelajaran Tatap Muka. Layanan transportasi dan pembayaran berbasis teknologi milik Grab akan mendukung kelancaran aktivitas kampus.” Director of West Indonesia, Grab Indonesia, Richard Aditya.












