MEDANHEADLINES.COM, Medan – Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi Berang mendengar adanya kabar dugaan jual-beli kursi di salah satu SMA Negeri di Medan.
Dengan tegas, Mantan Pangkostrad itu menyebut akan memecat pelaku jika terbukti melakukan tindakan memalukan itu.
” Pecat Saja,” Tegasnya, Rabu (14/7)
Menurutnya, Prilaku itu akan menjadi contoh buruk bagi siswa. ” Guru kencing berdiri, Murid kencing berlari,” Sambungnya
Sebelumnya, sebuah rekaman telepon beredar di grup-grup WA dan Medsos yang berisikan percakapan antara orangtua calon siswa dan oknum guru . Juga ada screenshot percakapan via WhatsApp, yang memuat percakapan antara orangtua dan guru.
Dari percakapan tersebut awalnya seorang oknum guru menghubungi orang tua siswa berinisial CNF dan menjanjikan dapat meluluskan siswa tersebut dengan syarat orang tuanya harus membayar “biaya administrasi” senilai Rp10 juta.

Bahkan Dalam tangkapan layar percakapan antara orangtua CNF dengan oknum guru tersebut, terlihat si oknum guru bahkan meminta angka Rp12 juta.
Untuk memastikan hal itu, orangtua siswa lantas menelepon oknum guru tersebut dan merekam pembicaraan mereka.
“Malam, Pak, ini mamak Icut yang bapak telepon tadi. Gini, Pak, kebetulan bapaknya sudah saya tanya mengenai biaya administrasi yang tadi bapak sebut sekitar 10 juta ya Pak?” tanya ibu CNF dalam rekaman yang beredar.
Saat dikonfirmasi mengenai biaya Rp10 juta itu, si oknum guru tidak menjawab pertanyaan dan malah balik bertanya di mana posisi si orang tua calon siswa
“Gak ada ah. Ibu di mana sekarang?”
“Saya masih di rumah ini. Makanya saya tanya, Rp10 juta tadi ya, Pak?’ tanya si ortu siswa memastikan.
“Gini ajalah, Bu. Saya udah mau balik pulak ini. Ke sekolah aja lah, Bu.”
“Ke sekolah jumpai siapa ya, Pak?” tanya ortu siswa lagi.
“Sebenarnya tadi sore.”
“Tadi 10 juta ya, Pak? Biaya adminnya?”
Namun saat Dicecar terus mengenai biaya Rp10 juta itu, Oknum guru akhirnya mengatakan bahwa pendaftaran telah ditutup.
“Udahlah, Bu. Gak usahlah, Bu. Udah tutup pula pendaftarannya,” katanya.
Namun saat orang tua siswa menjelaskan bahwa rumahnya dekat dengan lokasi sekolah, oknum guru tersebut meminta orang tua CNF langsung datang ke sekolah untuk menemuinya.
“Ibu kemari ajalah,” katanya.
“Biaya adminnya gak bisa kurang, Pak?” tanya ibu CNF sekali lagi.
“Kemarilah dulu ibu,” kata oknum guru itu.(red)












