Wali Kota Medan : Masjid Berperan Cegah Penularan Covid-19 dan Pulihkan Perekonomian

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Wali Kota Medan, Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M. mengatakan, masjid dapat berperan mencegah penularan Covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian umat yang terpukul akibat pandemi.

Hal ini disampaikannya saat melakukan Safari Ramadan secara virtual ke Masjid Jamik, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area, Senin (3/5) sore.

Dalam kegiatan yang dihadiri antara lain oleh Dandim 0201 BS, Kolonel Inf. Agus Setiandar, ustaz K.H. Amiruddin MS, Camat Medan Area, Hendra Asmilan, Ketua BKM Jamik, Panji Wibisana, segenap jamaah dan anak yatim piatu itu, Wali Kota menyampaikan, selain tempat ibadah, masjid juga dapat berperan menggerakkan perekonomian umat.

Wali Kota mengatakan, ada 1115 masjid di Kota Medan. Dia meyakini, bila semua masjid yang ada di Kota Medan ini berkolaborasi dan bergotong royong, tidaklah terlalu sulit untuk membangkitkan perekonomian umat.

Seyogianya, lanjut Wali Kota, istilah ekonomi syariah itu pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan melalui masjid, bukan dari perbankan. Peran masjid dalam menggerakkan perekonomian syariah ini bertujuan untuk mengayomi umat, termasuk mereka yang terdampak pandemi.

Pada saat itu, Wali Kota juga menyampaikan bahwa Pemko Medan telah mencanangkan Program Masjid Mandiri pekan lalu. Dia berharap BKM dapat menjadikan Masjid Jamik ini sebagai salah satu masjid mandiri. Disebutkannya pula, ada 16 kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi masjid mandiri. Di antaranya adalah masjid tersebut memiliki koperasi dan legalitas, baik lahan maupun bangunan.

Dalam acara yang berlangsung tidak lebih dari satu jam itu, Wali Kota juga mengatakan, masjid juga dapat mengajak jamaah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dalam menunaikan ibadah. Penerapan protokol kesehatan ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19.

Kejadian di India, sebut Wali Kota, dapat menjadi pelajaran. Penambahan kasus Covid-19 di negara tersebut bisa mencapai 300 ribu perhari. Salah satu penyebabnya adalah kegiatan keagamaan. Wali Kota mengatakan, dirinya tidak ingin ibadah umat muslim di bulan Ramadan dan silaturahmi 1 Syawal dikatakan memicu peningkatan kasus Covid-19. Karena itu, Wali Kota menekankan, agar protokol kesehatan tetap dijalankan dalam pelaksanaan ibadah.

Safari Ramadan ini berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada rangkaian kegiatan berbuka puasa bersama dalam kegiatan ini. Dalam acara ini, Pemko Medan menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada BKM Jamik dan santunan kepada anak yatim piatu. Selain itu, Pemko juga menyediakan paket buka puasa untuk dibawa jamaah pulang ke rumah masing-masing.

Safari Ramadan ini diisi tausyiah singkat dari ustad K.H. Amiruddin MS. Selain memaparkan tentang salah satu keistimewaan Ramadan sebagai bulan turunnya Alquran, Amiruddin juga memaparkan beberapa hal yang perlu diperhatikan di penghujung Bulan Suci ini. Di antaranya adalah meningkatkan ibadah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pada kondisi pandemi, membayar zakat fitrah, bersyukur dan saling memaafkan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *