MEDANHEADLINES.COM – Peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh kawanan monyet terjadi di Kelurahan Kerasaan Kecamatan Pematang Bandar Kabupaten Simalungun.
Sekelompok monyet itu menyerang seorang balita sehingga mengalami sejumlah luka robek dan harus menerima 42 jahitan
Dari Informasi yang dihimpun,Kawanan monyet liar itu masuk ke pemukiman warga pada Jumat (22/4/21) sekira pukul 12.00 WIB.
Saat itu, Korban yang bernama Reval ini sedang bersama ibunya di belakang rumah. Kemudian kawanan monyet liar itu datang ke rumah warga.
“Saat kejadian cucu saya digigit monyet itu, ibunya pas membersihkan kerang di dapur. Nah anaknya (Reval) ini main-main dan datanglah monyet-monyet itu. Nah digigit cucu saya itu,” ungkap Kakek Korban Lutfi Damanik, Minggu (25/4/21)
Dikatakan Lutfi lagi, adapun jenis monyet liar yang menyerang cucunya tersebut mirip monyet Lampung, bertubuh besar berbulu berwarna coklat. Dari dua monyet yang besar, hanya satu monyet paling garang dan paling berukuran besar.
Korban yang tak punya tenaga untuk melawan akhirnya mengalami luka robek di punggung kemudian dibawa ke klinik setempat.
“Di kampung sini, memang ada monyet. Dari banyaknya monyet disini, hanya dua monyet ini yang beda, mirip beruk. Memang sering kelihatan dua monyet ni di kampung ini,” ucap Lutfi.
Tidak hanya Reval Sarifuddin saja yang menjadi korban, sehari sebelumnya, tepatnya pada Kamis (21/4/21), monyet-monyet liar itu menyerang anak-anak lainnya yang berada di kampung tersebut. Saat itu, Aldi (8) mengalami luka-luka dan mendapat perawatan.
“Sudah beberapa kali monyet menyerang. Cucuku hari Jumat, Kamisnya anak warga lain si Aldi. Kemudian sebulan lalu ada anak warga lain juga yang diserang monyet ,” katanya.
Dengan peristiwa monyet menyerang anak anak, Lutfi dan warga lainnya sudah menyampaikan peristiwa ini ke Pangulu Nagori Bahbayu untuk mencegah serangan monyet tidak terulang kembali.
“Sudah kita sampaikan ke pangulu nagori, kata beliau, akan ditindaklanjuti seperti apa langkah yang akan diambil. Kalau kita sendiri untuk menangkap monyet, rasanya sulit. Karena mereka lari ke kebun-kebun,” ungkapnya.
Sementara itu, Handoko selaku Humas BKSDA Sumatera Utara (Sumut) dikonfirmasi, Minggu (25/4/21), terkait monyet liar masuk ke pemukiman warga dan menyerang anak-anak tersebut mengatakan, pihaknya juga telah mendapat laporan dan akan meninjau ke lapangan.
“Kita sudah dapat laporan soal kejadian itu, cuman kita belum dapat memastikan apa penyebab monyet-monyet liar itu menyerang warga. Kita pastikan terlebih dahulu ke lapangan apa penyebab monyet-monyet itu masuk ke pemukiman warga,” sebutnya.
Menurutnya, pihaknya juga sudah menyampaikan informasi adanya monyet liar masuk ke pemukiman warga ke BKSDA wilayah Pematangsiantar.
“Ditunggu ya infonya, saya sudah lapor ke kepala bidang yang ada di Siantar,” pungkasnya.(red)











