Semangat Anak Berkebutuhan Khusus Yang Bermimpi Miliki Kelas Sendiri

MEDANHEADLINES.COM, Medan- “Mak, adek mau sekolah,” ungkap Erlina, seorang Ibu berusia 36 tahun yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Lewat yang diceritakannya pada (Rabu,7/04/2021), Monica (9) putri bungsunya merengek meminta sekolah.

“Selama di rumah, dia selalu minta mau sekolah, dia mau belajar katanya,” ucap Erlina.

Mendapati hal demikian, Erlina pun mendapat informasi tentang sebuah sekolah untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dibawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Tanpa berpikir panjang, Erlina mengikutsertakan putrinya untuk belajar di sana.

Di sekolah yang digagas oleh Camat Sunggal ini, para anak berkebutuhan khusus mengenyam pendidikan dasar.
Dari pengakuan Erlina, mengatakan bahwa dirinya senang dengan hadirnya sekolah tersebut. “Senang sekali bu ada sekolah ini, karena kita tahu sendiri tidak mungkin anak saya dimasukkan ke sekolah biasa, pasti tidak diterima”.

Dari salah seorang relawan bernama Hafiz, sekolah ini memiliki murid sebanyak 15-17 orang anak. “Disini ada 15-17 anak, tapi ya kadang-kadang yang datang tidak tentu, bisa juga 12 orang”.

Bahwa dengan jumlah anak sebanyak 17 orang tersebut, mereka sebagai relawan membutuhkan ruangan belajar. “Saat ini kita belajarnya hanya menumpang di kelas yang ada di sekolah negeri ini, tapi begitupun anak-anak tetap semangat datang walau kami masuknya siang karena kalau pagi kelasnya dipakai,” tambah Hafiz.

Hafiz juga mengatakan bahwa sebenarnya data dari Camat Sunggal bahwa sampai saat ini terdata ada sekitar 100 anak berkebutuhan khusus di Kecamatan Sunggal, namun belum semua bisa ditangani oleh PKBM dikarenakan keterbatasan ruang yang dimiliki.

Dari pengalamannya mengajar, Hafiz juga mengatakan bahwa untuk mengajar anak-anak berkebutuhan khusus juga butuh fasilitas lain seperti alat-alat pendukung pembelajaran.

“Sebenarnya memang sekolah ini masih sangat terbatas, ruangan belum ada, fasilitas alat pembelajaran juga belum kita miliki, namun kita tetap berjalan melihat semangat anak-anak yang mau belajar disini ditemani orang tua mereka,” ujar Hafiz.

Dari keterangan yang diberikan Hafiz, secara keseluruhan anak-anak yang bersekolah di sini berasal dari keluarga pra sejahtera.

Hal itulah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Hafiz bersama sembilan relawan lainnya memikirkan bagaimana sekolah untuk ABK tersebut tetap berjalan.

Untuk itu, kami Dompet Dhuafa Waspada mengajak masyarakat luas mengulurkan tangan bersama mewujudkan impian membangun kelas untuk sekolah ABK di Kec. Sunggal.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *