Sebuah Inovasi Menjaga Tradisi Kelembutan Medan Dalam #MedanRasaBaru

MEDANHEADLINES.COM,  Medan – Sebagai sebuah kota dengan beragam ciri dan tradisi, Medan menjadi kota dengan banyak daya tarik bagi wisatawan. Salah satu daya tarik terkuat kota Medan adalah kulinernya.

Salah satu rasa yang lekat dengan Medan adalah legitnya Durian Medan. Bagi para pelancong, olahan produk durian ini menjadi salah satu buah tangan andalan. Padahal, Medan punya banyak rasa lain yang tidak kalah istimewanya. Dibutuhkan inovasi untuk menghadirkan #MedanRasaBaru.

Markisa misalnya. Dengan rasanya yang manis dan segar, buah yang satu ini juga merupakan khas kota Medan. Biasanya markisa diolah menjadi sekedar sirup atau minuman dingin. Atau ada juga Kacang Teng Teng yang memadukan manis dan gurih.

Untuk memperkaya pilihan para pelancong dan masyarakat Medan dalam menikmati rasa khas Medan, Bolu dan Lapis Stim Menara hadir menawarkan #MedanRasaBaru berupa bolu dan lapis stim lembut.

Hadir tepat di tanggal 2 April 2021, variasi rasanya bisa dinikmati seluruh masyarakat Medan dan sekitarnya. Dengan 3 varian rasa bolu stim, yaitu Markisa Keju, Pandan Durian dan Blackforest, selain 3 varian rasa lapis stim, yaitu Kacang Teng Teng khas Medan, Jeruk Medan dan Pandan Srikaya.

Bolu Stim Menara yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh atau teman ngemil sehari-hari ini sudah bisa didapatkan di toko resmi Bolu dan Lapis Stim Menara di Jl. KH Wahid Hasyim, No. 57/68 Babura, Medan Baru, Medan.

Selain memadukan rasa khas Medan dengan kelembutan bolu, Bolu dan Lapis Stim Menara Medan merupakan produk lokal yang bisa menjadi kebanggaan warga Medan, karena semua bahan baku dan proses pembuatannya dilakukan di kota Medan. Tidak heran, kalau rasanya yang selalu segar dan terjamin nikmat ini hadir dari Medan, untuk Medan, dan juga seluruh masyarakat Indonesia yang bertandang ke Medan.

Logo Bolu Menara berbentuk Menara Air Tirtanadi yang menjadi ikon kota Medan. Selain gaya arsitek bangunan yang unik, Menara Air Tirtanadi menyimpan sejarah sejak didirikan pada tahun 1908. Meski pada awalnya dibangun untuk kalangan elit, Menara Air Tirtanadi kini kokoh berdiri sebagai tempat penampungan air bagi seluruh lapisan masyarakat Medan. Semangat untuk terus menyebarkan kesegaran dari Medan untuk Medan tersebutlah yang kemudian  dibawa oleh Bolu Menara.

Inovasi #MedanRasaBaru tentu tidak berhenti di sana. Masih banyak hal yang dapat dijelajahi dan ditemukan dari Medan baik dulu maupun sekarang. Untuk itu, terus ikuti perjalan Bolu Menara, yang akan terus berinovasi dalam menjaga tradisi Medan yang penuh kelembutan, melalui akun instagram mereka, @BoluMenara

Horas, mejuah-juah!. (raj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *