FISIP UDA Bantu Pembangunan Desa Melalui Pengabdian Masyarakat

MEDANHEADLINES.COM, Civitas Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Darma Agung (UDA) Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Gunung Kelawas, Kecamatan Namo Rambe, Deli Serdang.

PKM ini sejalan dengan salah satu visi Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia yang bertujuan untuk menciptakan hubungan sosial yang baik antara pihak perguruan tinggi dengan masyarakat selaku stakeholders.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa Gunung Kelawas Reno Ginting S.IP bersama jajaran aparatur Desa, Babinsa, Babinkamtibmas serta perwakilan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tim Penggerak PKK, unsur Lembaga Masyarakat Desa (LMD), serta para Kepala Dusun Desa Gunung Kelawas.

Ketua Tim Rombongan, Priet Saweny mengatakan kehadiran FISIP UDA di Desa Gunung Kelawas sebagai bentuk nyata Tri Darma Perguruan Tinggi dalam pembangunan desa.

“Pengabdian Masyarakat ini sebagai salah satu wujud mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” Ujar Priet Saweny dalam sambutannya dihadapan para tokoh masyarakat dan pemerintah desa Gunung Kelawas (28/2).

Sementara Ketua Prodi Magister Ilmu Komunikasi UDA, Irene Silviani didampingi Piki Darma Kristian Pardede turut tampil sebagai pembicara dalam diskusi yang mengangkat tema ”Komunikasi dan Kebijakan pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa”.

Sinergitas dan Kolaborasi

Keduanya menyebutkan bahwa pentingnya sinergitas dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat di desa merupakan upaya yang penting dalam mensukseskan percepatan pembangunan desa.

“Dan strategi komunikasi yang efektif turut menjadi kunci keberhasilan menciptakan hubungan yang solid tersebut,” tutur Irene Silviani.

Irene menambahkan, ada empat kunci keberhasilan dalam mendapatkan dukungan positif dari masyarakat desa.

“Dimana faktor lingkungan, pendidikan, pekerjaan dan gender harus dapat dijadikan acuan pendekatan pemimpin dalam menimbulkan perhatian, dan dukungan masyarakat,” imbuh Kaprodi Magister Ilmu Komunikasi UDA Medan.

“Pemimpin juga harus mampu menjadi pelayanan masyarakat dan turun ke bawah menjadi bagian dari masyarakat,” tandasnya.

Sedangkan Piki Darma Kristian Pardede menambahkan bahwa agar setiap bagian masyarakat mampu menjadi komunikator yang baik, dibutuhkan cara komunikasi efektif.

“Dalam pembangunan desa yang terpenting adalah bagaimana pemerintah desa mampu berkomunikasi dan mengintervensi masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan, dengan demikian sebagai anggota masyarakat dapat menerima pesan–pesan pembangunan dengan baik dan dapat meneruskannya ke sesama anggota masyarakat lain,” ujarnya.

Diskusi yang dipandu oleh Elok Perwirawati ini mendapat perhatian dan antusias dari masyarakat setempat. Sejumlah warga turut mengajukan pendapat dan pertanyaan serta berharap PKM ini bisa berkelanjutan karena dianggap bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan semangat partisipasi bagi pembangunan desanya.(Pol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *