Jenazah Pasien Covid-19 Hilang di TPU, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi–Petugas menggali liang lahat untuk jenazah COVID-19 di TPU Bambu Apus, Jakarta, Minggu (24/1/2021). Pemprov DKI Jakarta membuka lahan pemakaman di TPU Bambu Apus dengan kapasitas 700 liang lahat. [ANTARA FOTO/Fauzan]

MEDANHEADLINES.COM – Warga di Oebaki Kupang, Nusa Tenggara Timur digemparkan dengan peristiwa hilangnya jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di pemakaman Umum ( TPU ) COVID-19 pada pekan lalu.

Terkait kasus ini, polisi pun langsung turun tangan melakukan penyelidikan.

Dalam penyelidikan ini, polisi telah memeriksa empat saksi.

“Sampai saat ini kami sedang lakukan penyelidikan terhadap dugaan hilangnya jasad dari korban COVID-19 yang diduga telah dicuri orang, dan sudah ada empat orang saksi yang sudah kami periksa,” kata Kapolres TTS AKBP Andre Libran saat dihubungi ANTARA dari Kupang, Senin.

Hal ini disampaikan berkaitan dengan perkembangan kasus hilangnya jenazah pasien COVID-19 yang meninggal di RSUD Soe, Timor Tengah Selatan ( TTS ), NTT, diduga dicuri pihak yang tidak bertanggungjawab dari tempat pemakaman Umum ( TPU ) COVID-19 di Oebaki, TTS.

Ia mengatakan bahwa dari empat saksi yang diperiksa tersebut terdapat juga keluarga dari almarhum yang juga sudah dipanggil oleh pihak kepolisian setempat untuk menjalani pemeriksaan.

“Keluarga almarhum juga sudah kami panggil untuk diperiksa nanti,” tambah dia.

Untuk proses penyelidikan ini pihaknya kenakan pasal 180 Kitab Undang-Undang Hukum Pindana (KUHP) yang isinya Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hukum menggali atau mengambil jenazah atau memindahkan atau mengangkut jenazah yang Page 8 80 Volume 3, Nomor 1, Maret 2019 sudah digali atau diambil, diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau denda paling banyak tiga ratus rupiah.

Ketua Gugus Percepatan dan Penanganan COVID-19 TTS Epy Tahun yang juga bupati TTS mengaku sudah meminta polisi untuk menyelidiki keberadaan jasad COVID-19.

“Ya ini melanggar UU Protokol kesehatan, dan bisa masuk pidana,” tambahnya.

Namun, katanya, pihaknya akan menyerahkan ke pihak kepolisian untuk menangani kasus ini, dan berharap bisa menemukan jenasah tersebut.

Ia pun memastikan bahwa pemerintah serta pihak rumah sakit tidak pernah mempunyai niat untuk meng-“COVID-19”-kan orang lain, karena itu sudah pasti melanggar hukum juga. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.