Medan  

Vaksin Telah Tiba, Pemko Medan Lakukan Sejumlah Persiapan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi diwakili Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kesiapan penanganan Vaksinasi Covid-19 dan Kegiatan Penegakan Protokol Kesehatan yang dilakukan secara virtual, dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian dan Menteri Kesehatan (Menkes) Ri Budi Gunadi Sadikin di Command Centre Balai Kota Medan, Selasa (5/1).

Usai mengikuti rakor, Pemko Medan langsung melakukan persiapan untuk melakukan vaksinasi Covid-19 di Kota Medan.

“Vaksinasi Covid-19 di Kota Medan akan dimulai dengan Bapak Wali Kota, Sekda, Ketua dan anggota dewan serta diikuti dengan Forkopimda lainnya,” jelas Arjuna

Kemudian Arjuna tak lupa mengingatkan, meski pun nantinya telah menjalani vaksinasi Covid-19, masyarakat agar tidak abai mengikuti protokol kesehatan.

 

“Vaksinasi Covid-19 ini untuk membantu masyarakat. Walaupun sudah divaksin, masyarakat harus selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak menghindari kerumunan,” pesannya.

Sebelumnya Dalam rakor tersebut, Kota Medan diminta untuk melakukan persiapan sehingga proses vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk sistem kekebalan tubuh sehingga menghasilkan antibodi guna melawan virus Corona dapat berjalan lancar.

Menkes menjelaskan, Penyuntikan perdana akan dilakukan terhadap Presiden tanggal 13 Januari 2021 mendatang, setelah itu diikuti secara serentak di 34 provinsi lainya,

” Proses vaksinasi akan berlangsung selama 15 bulan mulai Januari 2021 sampai Maret 2022 dengan jumlah populasi mencapai 181,5 juta jiwa,” Jelasnya

Menkes Juga mengatakan, tenaga kesehatan dan pelayanan publik akan mendapatkan prioritas vaksinasi pertama. Kemudian diikuti dengan lansia, masyarakat rentan maupun masyarakat lainnya yang berusia 18-59 tahun.

Sedangkan masyarakat umur 60 tahun ke atas akan divaksinasi setelah mendapatkan informasi keamanan vaksin untuk keamanan kelompok tersebut.Adapun perinciannya, ungkap Menkes, petugas kesehatan sebanyak 1,6 juta jiwa, petugas publik (17,4 juta jiwa), lansia (21,5 juta jiwa), masyarakat rentan (63,9 juta jiwa) serta masyarakat lainnya (77,1 juta jiwa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.