Dianiaya Teman Satu Sel, Pelaku Penggelapan Motor ini Meninggal Dunia

Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Julianto P. Sirait

MEDANHEADLINES.COM, Deli Serdang – Nasib naas dialami seorang tahanan di Polsek Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang. Bagaimana Tidak, Pria Bernama Topan Pramana (31) itu meninggal dunia setelah dianiaya oleh rekan satu selnya di tahanan Polsek Lubuk Pakam, Minggu (20/12) yang lalu

Diketahui, Korban yang merupakan warga Desa Bakaran Batu, Kecamatan lubuk Pakam ini ditahan atas kasus penggelapan sepeda motor.

Wakapolresta Deli Serdang, AKBP Julianto P. Sirait, didampingi Kasat Reskrim, Kompol Muhammad Firdaus, mengatakan ada 13 tersangka yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

” 13 tahanan satu sel korban sudah ditetapkan sebagai pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal,” kata Julianto, Selasa (22/12).

Dijelaskannya, Para tersangka masing-masing berinisial DH (37), MSA (24), RSS (15), KN (34), MHSS (32), IS (23), APS (36), SN (50), DI (22), JJS (42), DASN (27), SI (23) dan MB (35).

Sementara untuk motif penganiayaan, Julianto mengatakan karena korban pernah menggelapkan sepeda motor milik keluarga salah seorang tersangka berinisial DH.

 

Ketika bertemu dengan korban di sel Polsek Lubuk Pakam, DH yang merasa kesal lantas menganiayanya bersama tahanan lain.

“Korban dipukul beberapa tahanan secara bergantian sehingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh,” jelas Julianto.

Petugas Polsek Lubuk Pakam sempat membawa korban ke RSU Deli Serdang. Namun akibat luka parah yang dideritanya, korban akhirnya meninggal dunia.

Julianto menyebut Polresta Deli Serdang membuat laporan model A dan selanjutnya membawa mayat korban ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi serta melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka.

“Para tersangka dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 170 Ayat(3) dari KUHP pidana dengan penjara paling lama lima belas tahun,” ungkapnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *