Dampak Pandemi, BI Prediksi Inflasi Sumut Tahun 2020 lebih rendah dari 2019

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Bank Indonesia (BI) memprediksi besaran inflasi di Sumatera Utara pada tahun 2020 ini akan lebih rendah dibanding tahun sebelumnya

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, prediksi ini inflasi rendah di 2020 ini mengacu pada besaran inflasi tahun kalender yang masih mencapai 0,87 persen.

” Pencapaian itu jauh lebih rendah dari inflasi kumulatif pada periode yang sama tahun 2019 maupun historis rata – rata tiga tahun terakhir,” Jelasnya

Wiwiek juga memperkirakan Inflasi di Sumut pada 2020 ini sebesar 1,9 – 2,3 persen, sementara pada 2019 mencapai 2,33 persen.

 

Dijelaskannya, Inflasi tertekan akibat menurun/terbatasnya daya beli masyarakat sebagai dampak pandemi COVID-19.

” Rendahnya inflasi kumulatif dipengaruhi oleh kelompok administered prices terutama angkutan udara akibat terbatasnya mobilitas pada masa pandemi COVID-19,” Ungkapnya

Dia mengakui, deflasi masih tertahan oleh kenaikan harga emas perhiasan seiring dengan naiknya harga emas global.

Ekspektasi inflasi yang lebih rendah antara lain juga didorong cuaca dan iklim yang lebih kondusif dari tahun 2019.
Meski diprediksi lebih rendah, namun ada beberapa risiko yang dapat menimbulkan shock temporer pada inflasi Sumut.

“Beberapa risiko yang bisa menaikkan inflasi antara lain akibat keterlambatan impor luar negeri, kenaikan harga emas, hambatan distribusi domestik, dan penimbunan/belanja berlebihan oleh konsumen menjelang Natal dan tahun baru,” Pungkasnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *