Tips Memilih Saham Potensial di Masa Pandemi

BEI

MEDANHEADLINES.COM – Hingga kini, pandemi COVID-19 masih berlangsung. Tidak hanya di Indonesia, juga hampir diselurub Dunia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) juga belum kembali ke posisi seperti tahun lalu sebelum Novel Coronavirus menguasai dunia.

Namun, di setiap situasi, investor dapat terus mencari strategi untuk berinvestasi. Saat harga saham masih rendah seperti sekarang, dapat menjadi waktu bagi investor untuk membeli.

Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Medan, Pintor Nasution menerangkan bahwa saham yang mengalami potensi kerugian sejak awal tahun bisa menjadi simpanan untuk jangka panjang, yang bisa direalisasikan menjadi keuntungan di depan ketika IHSG kembali ke posisi sebelum pandemi.

” Penjelasan dari sejumlah pengelola keuangan, saham yang jadi peluang di masa Covis-19 ini adalah saham-saham blue chip, saham ini memiliki risiko yang relatif lebih kecil,”jelasnya, Jumat (2/10/2020).

Pintor menambahkan saham blue chip juga merupakan saham perusahaan-perusahaan dengan kinerja yang baik. Sehingga, walaupun emiten blue chip ini terdampak pandemi, akan lebih cepat mengalami recovery.

“Tentunya sektor usaha ikut mempengaruhi saham mana yang lebih dahulu mengalami recovery. Blue chip bisa diartikan sebagai saham lapis satu atau saham dari perusahaan besar yang kinerja keuangannya stabil,”terangnya.

Namun, lanjut Pintor, saham-saham yang ada di lapis kedua dan lapis ketiga juga memiliki potensi keuntungan. Namun, secara risiko, blue chip bisa dikatakan relatif lebih aman dari yang lain.

“Sebab, risiko fluktuasi nilainya lebih rendah ketimbang saham lapis dua dan tiga. Saham lapis dua atau tiga harganya cenderung lebih murah, dan terkadang ada masa-masa di mana valuasi saham lapis dua meningkat signifikan,”ungkapnya.

Saham blue chip juga umumnya sudah lama tercatat di bursa. Faktor jangka waktu bisa membuat sebuah perusahaan mengalami peningkatan laba dan perkembangan yang signifikan.

“Di BEI, ada indeks saham LQ45. Indeks saham ini berisi 45 saham yang paling likuid. Rata-rata saham blue chip ada di indeks tersebut. Tapi tidak semua saham LQ45 itu blue chip,”tandasnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.