Liga 1 2020 Akan Kembali Digelar, Ini Kata Ketua GTPP

Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/7/2020). Rapat kerja tersebut membahas evaluasi kinerja dan anggaran program penangulangan COVID-19. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

MEDANHEADLINES.COM – Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19, Doni Monardo, komentari rencana PSSI menggulirkan kembali Liga 1 2020 pada 1 Oktober mendatang. Menurut Doni, rencana tersebut masih berisiko tinggi.

Memang Gugus Tugas Penanganan COVID-19 belum memberikan rekomendasi Liga 1 akan berjalan lagi, meski PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi telah memutuskan Liga 1 akan kembali berlangsung pada 1 Oktober 2020 hingga 28 Februari 2021.

Doni menyebut sejauh ini belum ada tanda-tanda wabah corona akan hilang. Ia berpesan protokol kesehatan yang sangat ketat harus dijalani agar tidak adanya penyebaran.

“Kalau seandainya PSSI menyelenggarakan kompetisi, harus dengan catatan seluruh pemain, wasit, atau semua termasuk suporter yang ada di dalam satu area (stadion) itu melaksanakan PCR test dan semua harus negatif hasilnya,” kata Doni saat dihubungi awak media via telepon, Selasa (14/7/2020).

“Kalau tidak ada yang positif COVID-19, itu paling tidak pemeriksaan tidak bisa sekali. Sepanjang kegiatan berlangsung berapa hari sekali harus ada swab test, bukan rapid test,” jelasnya.

“Setelah negatif, mereka harus isolasi semua. Mereka tidak boleh ketemu orang lain, harus dikarantina. Mereka bisa berkompetisi tanpa penonton. Itu sudah disampaikan ke Menpora (Zainudin Amali), rasanya sulit karena klub mengandalkan penonton untuk dapat pendapatan,” tambahnya.

Doni mengaku telah menggelar pertemuan dengan para petinggi olahraga di Indonesia, mulai dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) hingga Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ia pun menjelaskan sepakbola menjadi olahraga paling berisiko penyebaran COVID-19. Sebab, ada kontak fisik satu sama lain.

“Sejauh ini kami belum tahu COVID-19 akan berakhir. Belum ada satupun pakar yang menjamin kapan COVID-19 ini akan berakhir. Saya sudah bicara dengan Menpora kaitannya dengan kompetisi dan Ketua KONI (Marciano Norman),” ia menambahkan.

“Salah satu olahraga berisiko antara lain basket, sepakbola, yang pasti ada body contact. Termasuk voli pun walau tidak ada kontak dengan lawan, tapi dengan satu tim bisa terjadi gesekan badan, makanya harus ada perhatian khusus,” pungkasnya. (red/suara.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *