Kadishub Sumut: Suspend Ojol Sesuai Aturan

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Abdul Haris Lubis/ Rha

MEDANHEADLINES.COM – Sejumlah mitra driver melakukan aksi di depan kantor Gojek di Komplek CBD Medan pada Kamis (2/7) lalu. Dalam aksinya, massa menuntut Gojek membuka akun mereka yang telah di suspend (blokir sementara) dan Putus Mitra (PM).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara Abdul Haris Lubis mengimbau para mitra driver membangun komunikasi yang baik dengan perusahaan agar aspirasi tersampaikan. Apalagi di masa pandemi ada himbauan berkerumun dan mengumpulkan massa untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Unjuk rasa tidak memecahkan masalah, apalagi selama pandemi kantor Gojek di Medan tidak beroperasi penuh sehingga keluhan mereka pun tidak tersampaikan. Saya sarankan driver membangun komunikasi yang baik dalam menyampaikan aspirasinya,” kata Haris saat dihubungi, akhir pekan lalu.

Menurutnya, persoalan yang terjadi merupakan masalah internal antara Gojek dengan mitranya. Namun ia percaya keputusan Gojek memberikan sanksi telah berdasarkan aturan yang berlaku.

“Diskusi dengan Gojek beberapa waktu lalu, mereka memastikan tidak mungkin memberikan sanksi kepada yang tidak melakukan pelanggaran. Dalam asumsi kita, hubungan antara mitra dan Gojek ini adalah hubungan yang saling menguntungkan, tidak mungkin tanpa alasan jelas memutuskan mitra,” ujar Haris.

Dia menegaskan keberadaan Gojek di Sumatera Utara sangat membantu mobilitas masyarakat khususnya di wilayah perkotaan. Ia berharap Gojek melalui mitranya dapat terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat Sumut.

Suspend Terjadi karena Pelanggaran dan Kecurangan

Pada unjuk rasa yang sempat berujung ricuh tersebut, disayangkan komunitas driver di Medan. Hardiansyah, Ketua Asoka Ojol Community (AOC) menilai tuntutan dalam aksi tidak masuk akal. Karena itu, tiga komunitas ojol besar yang ada di Medan tidak bergabung dalam aksi tersebut.

“Selama ini Gojek selalu koordinir keluhan mitra, selagi masuk akal pasti dituruti. Tuntutan baru-baru ini tidak masuk akal. Kalau berani bermain, berani melakukan kecurangan harus tanggung resikonya. Setahu saya, 80 persen di antara mereka memang pemain voucher, nembak untuk dia sendiri, menggunakan resto dia sendiri,” ujar Hardiansyah, Selasa (7/7/2020).

Suratno, Ketua Komunitas Driver Tembung juga sepakat suspend dan putus mitra merupakan upaya Gojek menertibkan para driver sehingga mau tidak mau yang melakukan pelanggaran harus menerima konsekuensinya.

“Dari PT Gojek Indonesia sudah jelas SOP-nya, sebagai mitra driver harusnya sudah paham. Kalau langgar aturan wajarlah terkena suspend dan putus mitra. Itu karena mereka melanggar ketentuan, entah manipulasi order atau main voucher,” tutur Suratno.

“Kita akui, tidak bisa dinafikan, Gojek banyak membantu masyarakat. Utamanya di Kota Medan, apalagi di masa pandemi, layanan pesan antar makanan dan barang sangat membantu masyarakat,” tutup Haris. (Rha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *