Palsukan Surat Keterangan Rapid Test, Polres Sibolga Amankan 2 Tersangka

MEDANHEADLINES.COM, Kota Sibolga –¬†Polres Kota Sibolga berhasil mengamankan 2 pelaku yang melakukan pemalsuan surat keterangan Rapid Tes untuk calon penumpang kapal. Kedua pelaku tersebut diamankan dari dua lokasi yang berbeda.

MAP (30) yang diketahui pegawai di Klinik Yakin Sehat Sibuluan diamankan dari kediamannya di Kelurahan Sibuluan Nalambok, Tapteng.

Sementara, satu pelaku perempuan berinisial EWT dibawa petugas dari Kelurahan Pancuran Dewa, Kecamatan Sambas, Kota Sibolga.

Kapolres Sibolga, Sibolga AKBP Triyadi melalui Iptu Rahmansyah Sormin membenarkan penangkapan terhadap kedua tersangka.

Dia menyebut, salah satu tersangka berinisial merupakan oknum ASN.

“Yang pertama kita amankan itu EWT. Dari hasil pengembangan, kemudian penangkapan dilakukan terhadap MAP,” jelasnya.

Sormin menjelaskan, penangkapan kedua pelaku berawal dari pemeriksaan yang dilakukan terhadap sejumlah penumpang kapal.

Polisi mendapati sejumlah kejanggalan dokumen yang dimiliki penumpang.

“Surat hasil rapid test yang dimiliki para calon penumpang diduga palsu,” jelasnya.

Sormin menjelaskan, Saat ini kedua tersangka telah menjalani pemeriksaan. Beberapa barang bukti juga turut dibawa oleh pihak Kepolisian.

Dari pemeriksaan itu, kata Sormin kedua tersangka mengakui perbuatannya.

Pemalsuan dokumen itu diakui kedua tersangka dilakukan di Klinik Yakin Sehat.

“EWT mengaku dibantu oleh tersangka MAP. Sementara MAP bertugas untuk mengambil sampel darah,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, kata Sormin gelar perkara kasus tersebut akan dilimpahkan ke Polres Tapteng.

“Atasan EWT juga telah melayangkan laporan atas pemalsuan tandatangan ke Polres Tapteng,” jelasnya.
Sebelumnya, puluhan calon penumpang kapal menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumen oleh Gugus Tugas Sibolga.

Dari pemeriksaan itu, sejumlah surat keterangan hasil Rapid Test yang dimiliki penumpang dinyatakan tidak sah oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Surat rapid test nya tidak memiliki nomor. Seharusnya surat itu ada nomor dari laboratorium,” terang Koordinator KKP Sibolga, Edison Gultom.

Dengan ditemukan dokumen yang tidak sah itu, puluhan penumpang yang diketahui hendak menyeberang ke Pulau Nias dikabarkan terlantar di terminal pelabuhan Sibolga pada Jumat (26/6) malam.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *