MEDANHEADLINES.COM, Sibolga – Jelang pemilihan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tapanuli Tengah Sibolga (Imatatsi-Medan) dua nama mencuat untuk saling mengadu kekuatan, menjadi Ketua Umum Imatatsi. Yakni, Junaidin Zai, Mahasiswa USU dan Sandro Andrian Hutasoit, Mahasiswa ITM.
Keduanya tampak serius bersaing menjadi Ketua Umum Imatatsi di Medan. Sebab, selain menonjolkan visi dan misi, keduanya sedang disibukkan dengan “bergerilya” ke tataran senioren alumni.
Junaidin Zai mengungkapkan keseriusannya untuk maju sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tapanuli Tengah Sibolga (Imatatsi Medan) adalah sebagai niat baik untuk dapat mengembalikan kejayaan Imatatsi Medan.
“Kita ketahui bahwa saat ini peran mahasiswa dalam menyikapi persoalan-persoalan rakyat sudah mulai mengalami degradasi. Mahasiswa sudah mulai lupa dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya adalah pengabdian terhadap masyarakat.
Imatatsi Medan selama ini sangat berperan banyak terhadap persoalan-persoalan rakyat. Dengan itulah saya berniat maju sebagai calon Ketua Umum Imatatsi Medan. Jika nantinya dipercaya dan terpilih dalam Musyawarah Besar Imatatsi Medan saya akan merangkul rekan-rekan mahasiswa yang berasal dari Tapanuli Tengah dan Sibolga yang ada di Medan untuk dapat bersama-sama membesarkan kembali nama Imatatsi Medan yang sudah mulai terlupakan,”katanya.
Senada dengan itu, Sandro Andrian Hutasoit mengatakan siap untuk maju menjadi Ketua Umum Imatatsi Medan Periode 2020-2023. Sandro ingin menjadikan Imatatsi sebagai organisasi kemahasiswaan yang bermanfaat bagi khalayak ramai di Sibolga Tapteng.
“Imatatsi harus menjadi garda terdepan, sosial of control dan agent of change. Mahasiswa harus bermanfaat, apalagi untuk kampung halaman. Tugas mahasiswa tidak hanya belajar, namun juga mengabdi. Ya, sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ini saatnya, Imatatsi harus berperan aktif dalam pembangunan Sibolga Tapteng,”pungkasnya.
Mantan Ketua Umum Imatatsi Medan Periode 2006-2010 Ichwan Dwi Ananda Sitompul, S. Sos mengatakan, sejak awal di tataran kader, kedua nama ini memang menjadi sorotan. Jadi tidak mengejutkan, kedua nama tersebut akhirnya maju dan bersaing menjadi Ketua Umum.
Ichwan Sitompul menyampaikan bahwa siapa pun nantinya kandidat yang akan maju sebagai Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tapanuli Tengah – Sibolga ( Imatatsi Medan) harapan yang terpenting adalah dapat mengembalikan Kejayaan Imatatsi Medan yang akhir-akhir ini mulai redup pergerakannya baik di Medan maupun di Tapanuli Tengah dan Sibolga.
“Jangan sampai Nama besar Imatatsi Medan ini nantinya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, demi tujuan pribadi dan merusak nama baik Imatatsi Medan. Silahkan bersaing, tapi tetap positif. Sebab, landasan organisasi ini adalah kekeluargaan,”ujarnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan yang tertua berasal dari Tapanuli Tengah dan Sibolga, Imatatsi Medan merupakan organisasi Kemahasiswaan yang bergerak sebagai Kontrol Sosial Masyarakat, Imatatsi Medan yang lahir pada tahun 1978, sangat diharapkan dapat melahirkan generasi-generasi muda intelektual yang nantinya akan menjadi cikal bakal pemimpin di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Imatatsi Medan selama ini banyak melahirkan kader-kader yang potensial, ada yang sudah berhasil sebagai birokrasi, pengusaha dan juga Pengurus Partai Politik.
“Ini yang kita harapkan nantinya, para Kader-kader Imatatsi Medan ke depan harus mempunyai peran terhadap kemajuan daerah kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga, dengan tidak menghilangkan sikap kritis ketika menyangkut persoalan karakyatan di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga,”ungkapnya.
Menurutnya, siapapun nantinya yang jadi Ketua Umum Imatatsi Medan, ia berharap kepengurusan baru nantinya dapat berbuat dalam hal-hal positif dengan memberikan ide-ide cemerlang dan gagasan, terhadap program pembangunan di kedua daerah Tapanuli Tengah dan Sibolga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (raj)












