Serang Polisi Pakai Sajam, Pelaku Jambret di Medan Tewas Ditembak

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko (tengah) menunjukkan barang bukti saat memaparkan kasus di Mapolrestabes Medan (Handout)

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sat Reskrim Polrestabes Medan menembak mati satu dari empat pelaku kejahatan yang mendapat program asimilasi Covid-19 dua bulan lalu. Dia bersama temannya ditangkap karena melakukan aksi jambret di wilayah hukum Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, keempat pelaku yang berhasil diringkus yakni Andri Pratama Siregar alias Letoy (29), Sabarullah (25) warga Jalan Benteng, Lorong Sederhana, Erwin Syahputra (24) warga lahan garapan di Jalan Kelambir V Garapan dan Galuh Pamungkas (22) warga Jalan Binjai KM 9,1.

“Tersangka yang meninggal dunia Andri alias Letoy. Dia merupakan otak pelaku dari aksi penjambretan,” kata Riko didampingi pejabat sementara Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing ketika memaparkan kasus di Mapolrestabes Medan, Selasa (16/6).

“Yang bersangkutan sudah tiga kali dipidana atas kasus narkoba dan pencurian,” tambahnya.

Riko menjelaskan, pengungkapan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan terkait aksi kejahatan yang dilakukan pelaku di wilayah Medan Baru dan Medan Sunggal, Selasa (9/6) dan Jumat (12/6).

“Kejadian yang di Medan Baru sempat viral di media sosial. Saat itu seorang ibu-ibu tengah berdiri di samping mobil yang sedang diperbaiki karena bannya kempes,” ucap Riko.

Begitu mendapat informasi, personel langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, keberadaan pelaku diketahui sedang berkumpul di Jalan Sei Batanghari pada Sabtu (13/6). Kemudian petugas bergerak menuju lokasi dan berhasil menangkap para tersangka.

“Saat hendak ditangkap, Letoy menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam (Sajam). Melihat itu, personel memberikan tindakan tegas dan terukur hingga dia meninggal dunia,” ungkap Riko.

Selain tersangka, personel turut mengamankan sejumlah barang bukti yakni tiga unit sepeda motor, tas ransel, laptop, dompet, charger, uang Rp 150 ribu, hardisk dan empat helm. (Afd/Rha)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *