HMI-MPO Medan Gelar Syawalan dan Webinar Yang Mengenai Demokrasi Indonesia di Tengah Pandemi

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Kegiatan syawalan dan kajian Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi ( HMI-MPO ) Cabang Medan tak terhalangi oleh pandemi covid-19. Bersama dengan mantan penasehat KPK RI yaitu Abdullah Hehamahua, dosen Uin-su Faisal riza dan ketua Umum PB HMI Affandi Ismail sebagai pembicara dalam kegiatan syawalan dan webinar yang mengangkat tema “ mengukur efektivitas demokrasi dalam menghadapi pandemi covid-19 “ melalui Via Zoom

Salah satu pembicara yaitu Abdullah hehamahua sangat mengapresiasi Kegiatan-Kegiatan kajian di lingkaran kader HMI Dan berharap keluar suatu bentuk rekomendasi pemikiran dari hasil diskusi“ kegiatan seperti ini sangatlah penting,di karenakan ini lah bentuk kegiatan produktif bagi kader HMI demi terbentuknya insan-insan yang sangat peka dan peduli terhadap lingkungan sosialnya” ujar Abdullah yang juga pernah menjadi ketua umum PB pada tahun 1979-1981.

Hardiansyah Tanjung yang juga sebagai ketua Umum HMI-MPO Medan saat kata pembukaan kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain halal bi halal keluarga besar HMI-MPO namun juga tetap harus kritis terhadap situasi terikini, itu sebabnya tema yang diangkat adalah berangkat dari kegelisahan kader melihat situasi kini “ Pandemi seperti saat ini telah memutar balik pikiran kita dalam memandang demokrasi , yang sebelumnya kita mengkritik melalui aksi unjuk rasa tetapi sekarang tidak bisa, namun kita wajib tetap kritis sebagaimana peran kita sebagai mahasiswa. Jangan hanya Mall atau katakanlah ekonomi saja yang di buka tetapi juga kita meminta berilah ruang dalam berdemokrasi itu.Dan kita tidak ingin kritkan dari media sosial hanya di anggap angin berlalu saja” ucap Hardiansyah yang juga sering di sapa Deny.

Pembicara yang juga seorang Dosen di Uin-su Saat diskusi berlangsung mengingatkan Bahwa Nilai-nilai Demokrasi itu sangatlah penting sehingga untuk tidak terjadi suatu konflik didalamnya,itu sama seperti di dalam tubuh HMI selalu ada rapat-rapat Khusus untuk mengambil keputusan secara bersama walau sebenarnya perbedaan pendapat itu selalu ada “dalam mengukur efektifnya demokrasi dapat di lihat sejauh mana semua pihak di panggil untuk di minta pendapatnya dan tetap menerima kritik dari eksternal seperti para mahasiswa seperti ini,dan di masa pandemi seperti ini memaksa kita untuk lebih kreatif “ ungkapnya

Kegiatan yang di Moderatori Oleh Fahruroji parinduri yang memang saat ini sebagai pengurus HMI-MPO Medan meminta ketua Umum PB HMI-MPO Affandi Ismail yang juga sebagai pembicara dalam kegiatan webinar untuk memberikan rekomendasi dalam diskusi tersebut,

Sebagai pembicara terakhir Affandi Ismail mengatakan untuk tetap fokus terhadap gerakan-gerakan moral dan kerakyatan, setiap gerakan pastilah ada tantangan di dalamnya “ setiap Zaman tantangan itu berbeda beda, jika dulu kita berhadapan dengan kerasnya Orde Baru maka saat ini adalah tantangan lebih sulit, yaitu suatu virus yang tidak terlihat, Dan kita berharap supaya pemerintah maupun legislatif untuk tetap terbuka terhadap kritik Mahasiswa” ungkapnya (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *