MEDANHEADLINES.COM, Medan – Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Utara telah bersepakat untuk kembali mengoperasionalkan hotel dengan mengikuti protokol kesehatan mulai awal juni mendatang
Pengoperasionalan hotel ini dilakukan untuk kembali menjalankan roda perekonomian dan menekan kerugian para pelaku usaha perhotelan selama beberapa bulan terakhir akibat dampak dari virus covid-19 yang melanda
“Kita bersama teman-teman pengusaha hotel di Sumatera Utara sepakat akan membuka kembali awal Juni ini dengan protokol kesehatan yang akan dikerjakan,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Sumut, Denny S. Wardhana , Jumat (29/5).
Denny menjelaskan tingkat hunian hotel di Kota Medan terjun bebas di bawah 5%. Bila ada tamu menginap, itu adalah warga Medan yang sudah bosan berada di rumah.
“Ada beberapa hotel meningkat, tapi bukan dari tamu luar kota. Kebanyakan tamu dari Medan sendiri karena sudah bosan di rumah. Peningkatkan tidak terlalu besar,” jelasnya.
Denny berharap ke depan ada kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah Indonesia, khususnya memperbolehkan pertemuan di hotel dengan tidak melakukan mobilisasi massa dan tetap menjalan protokol kesehatan.
“Kita berharap ada kelonggaran perjalanan dinas. Kita harapkan meeting di hotel. Tidak terlalu ramai, itu menunggu keputusan dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat,” ucapnya.
Meski hotel kembali dibuka, Denny menjelaskan tidak seluruhnya karyawan akan kembali bekerja. Sebab itu PHRI mengharapkan bantuan pemerintah dalam mengurangi beban pelaku usaha hotel dari dampak corona.
“Kita sangat berat, kita harapkan bantuan dari pemerintah. Beban-beban yang kita hadapi seperti biaya listrik. Kita harapkan relaksasi dari pemerintah. Pemerintah bisa membantu karyawan untuk pra kerja. Tidak mungkin 100% kita buka. Kita harus bangkit sepenuhnya, saya harapkan optimal seluruh karyawan bekerja,” Pungkasnya. (red)












