Komunitas Jurnalis 4×4 Jakarta Beri APD ke Puskesmas di Medan

MEDANHEADLINES.COM, Medan – Sejumlah wartawan freelance bersama komunitas jurnalis 4×4 Jakarta memberikan bantuan berupa Alat Pelindung Diri (APD) ke beberapa puskemas yang ada di Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/4). Puluhan APD yang terdiri dari masker, sarung tangan, pakaian pelindung (Hasmat Suit) dan pelindung wajah itu mereka beli dari hasil donasi mandiri yang dikumpulkan dari sesama anggota.

Salah satu perwakilan, Jefri Tarigan mengatakan, kegiatan ini berawal dari banyaknya kritikan masyarakat di media sosial (Medsos) ke pemerintah yang dinilai belum serius memfasilitasi APD kepada petugas medis yang bertugas di lapangan. Padahal mereka merupakan garda terdepan dalam menangani penyebaran virus corona atau COVID-19. Apalagi bagi petugas medis di puskesmas kecil yang tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Berdasarkan kegelisan itulah, kami bersepakat membuka donasi sesama anggota. Dana yang terkumpul kami beli APD dan diberi kepada petugas medis yang betul-betul turun kelapangan,” ucap pria yang akrab disapa Jefta ini kepada medanheadlines.com.

Selain Kota Medan, sambung  pria yang akrab dipanggil Jefta itu, pekan lalu mereka juga membagikan sejumlah APD  ke petugas medis di daerah Sumatera Barat, Jawa Barat, Jakarta, Semarang dan  Palembang. Penyalurannya dilakukan oleh setiap perwakilan yang di daerah-daerah  tersebut.

Sebelum dibagikan setiap perwakilan di daerah melakukan pendataan. Tujuannya agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Khusus di Jakarta, selain APD, komunitas ini juga membagikan paket sembako kepada warga yang terdampak COVID-19.

“Pekan lalu ada 100 paket sembako yang kita bagi ke masyarakat di Jakarta. Di daerah lain akan menyusul,” kata Jefta.

Jepta menjelaskan, hasil pendataan mereka, untuk Kota Medan ada delapan Puskemas, satu Unit Gawat Darurat (IGD) rumah sakit umum dan satu puskemas di Labuhan Batu  yang akan diberi APD. Kenapa lebih memilih puskemas dari pada rumah sakit? Menurut  pria berkacamata itu karena puskemas kurang bantuan APD. Malah bantuan lebih banyak diberikan ke rumah sakit yang terbilang mewah.

“Padahal petugas medis di puskemas juga turun ke lapangan. Apalagi yang berada di zona merah, mereka berpeluang besar terpapar virus jika APD-nya tidak dilengkapi,” ujar Jefta.

Hasil temuannya di lapangan, lanjut Jefta, puskemas di Medan Tuntungan masih masuk dalam kategori yang memprihatinkan. Betapa tidak, sangkin minimnya APD, mereka terpaksa mencuci dan menjemur Hasmat Suit yang telah digunakan agar bisa dipakai kembali.

“Sangat prihatin kita melihatnya. Padahal Hasmat Suit itu untuk sekali pakai. Yang lebih memprihatinkan lagi, puskesmas ini masuk daerah zona merah,” ungkap Jefta.

“Melihat kondisi ini, kita mengajak seluruh elemen untuk dapat berperan aktif dalam memberikan dukungan kepada petugas medis di setiap puskesmas,” pungkas Jefta. (Afd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *