Pasien PDP Meninggal di Sidempuan, Bupati Tapteng Perketat Pengawasan Wilayah

MEDANHEADLINES.COM, Tapanuli Tengah – Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan telah memperketat pengawasan dan penjagaan seluruh pintu masuk di perbatasan wilayah Tapanuli tengah.

Hal ini dilakukan setelah adanya seorang pasien berstatus Pasien dalam pengawasan (PDP) asal Kota Padangsidimpuan, yang meninggal dunia pada Jumat (3/4) malam saat dalam perjalanan ke RSUPH Adam Malik Medan.

“Kabar ini sudah kami dengar, dan akan kami sikapi segera,” kata Bakhtiar, Sabtu (4/4).

Dikatakan Bakhtiar, penjagaan dan pengawasan yang dilakukan itu dilakukan oleh pihak terkait.
Para petugas baik Polri, TNI, Satpol PP dan Dinkes akan ditempatkan di perbatasan Tapteng.

“Minggu depan semua pintu masuk (ke Tapteng) akan dijaga, 24 jam akan ada petugas, semua penumpang akan disuruh turun dan dicek suhu tubuhnya, disuruh cuci tangan dan kendaraannya disemprot disinfektan,” jelas Bakhtiar.

Bakhtiar menyebut, proses penganggaran untuk penanganan covid-19 di daerah yang ia pimpin akan segera dalam penggodokan. Penanganan virus Covid-19 akan dibahas bersama DPRD.

“Kami akan potong setengah dana perjalanan. Pimpinan DPRD kan baru disumpah jabatan, makanya nanti kita akan duduk bersama (DPRD), karena ini kepentingan bersama,” timpalnya.

Diberitakan, pasien PDP berinisial EK akhirnya meninggal di perjalanan saat hendak dirujuk ke RSUP H Adam Malik Medan.

EK sebelumnya dirawat selama 4 hari di RSUD Padangsidimpuan.

Teranyar, ada sebanyak 45 orang dinyatakan telah kontak dengan EK. Wali Kota Sidimpuan pun mengimbau warganya agar melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *