Khoirunnisa Korban Tewas Susur Sungai Dimakamkan di Hari Kelahiran

Keluarga menaburkan bunga saat prosesi pemakaman Khoirunnisa Nurcahyani di Girikerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Sabtu (22/2). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

MEDANHEADLINES.COM-Delapan siswi SMP Negeri 1 Turi, Sleman, tersebut tewas akibat terserat arus deras sungai Sampor. Mereka terserat air sungai yang tiba-tiba membesar saat sedang mengikuti kegiatan Pramuka yakni susur sungai bersama ratusan rekannya.

Hari ini, Sabtu (22/2), merupakan hari ulang tahun yang ke-13 bagi Khoirunnisa Nurcahyani Sukmaningdyah. Akan tetapi tak ada lagi tawa dan keceriaan yang dipancarkan oleh siswi SMP Negeri 1 Turi, Sleman, tersebut.

Khoirunnisa merupakan salah satu korban meninggal yang hanyut saat mengikuti kegiatan Pramuka beragendakan susur Sungai Sempor. Kejadian nahas itu terjadi pada Jumat (21/2).

Dan tepat di hari ulang tahunnya, keluarga harus merelakan dan mengantarkan Khoirunnisa ke tempat peristirahatan terakhir di pemakaman Desa Girikerto, Turi, Sleman.

Prosesi pemakaman siswa SMP tersebut berlangsung haru. Isak tangis keluarga dan orang terdekat mengiringi proses pemakaman Khoirunnisa.

Khoirunnisa merupakan satu dari delapan siswa SMPN 1 Turi yang ditemukan meninggal dunia karena hanyut. Tujuh orang lainnya adalah Sovie Aulia; Arisma Rahmawati; Nur Azizah; Lathifa Zulfaa; Evieta Putri Larasati; Faneza Dida; dan Nadine Fadilah.
Mereka bersama ratusan siswa lainnya pada Jumat (21/2) mengikuti kegiatan susur sungai. Namun nahas, debit air sungai meningkat karena hujan deras terjadi di hulu.

Sejumlah siswa yang sedang mengikuti kegiatan Pramuka itu pun hanyut terseret arus Sungai Sempor. Sebagian siswa berhasil selamat, delapan orang siswa ditemukan meninggal, dan dua lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com

(Pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *