Kapolres Tapteng Pastikan Berikan Pelayanan Terbaik Untuk Korban Banjir Tapteng

 

MEDANHEADLINES.COM, Tapteng – Penanganan terhadap korban dampak bencana alam banjir di sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara masih terus dilakukan.

Dalam keterangan resmi, Kapolres Tapteng, AKBP Sukamat menyebut, kondisi di lokasi-lokasi kejadian bencana saat ini sudah aman dan terkendali.

“Air sudah mulai surut, dan pelayanan kepolisian kepada masyarakat korban pengungsian tetap dilakukan,” kata Sukamat, Rabu (29/1).

Sukamat menjelaskan, meluapnya air sungai terjadi menyebabkan banjir di 3 Kecamatan. Akibatnya, puluhan dan beberapa rumah warga turut menjadi korban.

Tiga Kecamatan yang terdampak banjir itu yakni Barus, Andamdewi dan Barus Utara.

Sementara, menurut data yang diterima, untuk desa di tiga Kecamatan itu juga turut terdampak banjir.

Beberapa Desa itu yakni Desa Kampung Mudik, Desa Pasar Terandam, Desa Bungo Tanjung, Desa Kinali, Desa Ujung batu, Kelurahan Batu Gerigis, Kelurahan Padang Masiang.

Di Kecamatan Barus Utara yang terdampak banjir yakni desa Sijungkang. Di desa ini juga dikabarkan satu titik jalan amblas sekita 50 meter.

Dampak banjir juga berlanjut di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Andam Dewi.

Sukamat merinci dampak banjir yang terjadi di Desa Kampung Mudik, terendam banjir setinggi 2 meter.

Sementara, di Desa Pasar Terandam terkena luapan air Sungai Aek Sirahar yang mengakibatkan banjir dan terendamnya pemukiman warga setinggi 2,5 meter.

Kemudian Desa Bungo Tanjung, terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali, terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis, terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Padang Masiang, terendam Banjir Setinggi 2 meter.

Soal korban, Kapolres menyebut sebanyak 22 orang terluka ringan dan 7 orang meninggal dunia. Sementara sebanyak 700 kepala keluarga mengungsi di sejumlah titik.

Lokasi pengungsian yakni di SMP Negeri 1 Barus jalan SM Raja Kecamatan Barus dan di SD Negeri 1 Padang Masiang. Terdapat juga lokasi Dapur Umum di kompleks SMP Negeri 1 Barus.

Lebih lanjut Sukamat menyebut, sebanyak 140 personil Polres Tapteng dikerahkan melakukan penanganan.

Para personil itu dibagi dalam 3 regu dengan dibantu sebanyak personil Polsek sebanyak 30 orang serta sejumlah unit kendaraan mobiler dan taktis.

Dia juga mengaku, saat ini pihaknya juga telah melakukan langkah-langkah penanganan lainnya.

Penanganan itu yakni mendirikan Posko Penanganan Bencana Polres Tapteng dan membantu evakuasi masyarakat dan barang-barang.

“Menghimbau masyarakat untuk tidak kembali kedalam rumah yg tekena dampak banjir dan melakukan pendataan bersama Pemkab,” jelasnya.

“Mendirikan tenda pleton untuk tempat pengungsian masyarakat, menyiapkan obat-obatan dari poliklinik Polres Tapteng, menyiapkan bahan makanan berupa beras, air mineral, indomie, telur, dan keperluan lain,” tutup Sukamat.(hen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.