Warga Tanjung Periok Hujan-hujanan Tuntut Menteri Yasonna Minta Maaf

Warga Tanjung Priok yang menggelar aksi di depan Kemenkumham masih bertahan meski hujan mengguyur kawasan Kuningan Jakarta Selatan pada Rabu (22/1/2020). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

MEDANHEADLINES.COM-Ratusan pengunjak rasa rela hujan-hujanan sembari menuntut Menteri Yasonna Laoly untuk meminta maaf kepada mereka karena sudah mengatakan warga Tanjung Periok banyak ‘gudang’ pelaku kriminal.

Dari pantauan Suara.com, massa yang berjumlah ratusan orang tersebut datang dengan menggunakan motor dan bus metromini. Setiba di Gedung Kemenkumham, hujan deras langsung menyambut kedatangan mereka.

Namun hujan tersebut tak menyurutkan semangat mereka untuk mendengar permintaan maaf dari Yasonna.

“Kita buktikan ke bapak menteri yang terhormat, Anak Priok enggak takut air! Kita memang keras pak tapi bukan kriminal,” tegas orator dari mobil komando.

Massa aksi bahkan mengaku tidak takut dengan Yasonna, sebab mereka sudah terlanjur marah dengan pernyataan menteri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) lantaran menyebut Tanjung Priok sumber kriminal akibat kemiskinan.

“Lo jual gue beli! Pak Menteri harus minta maaf sama warga Priok,” tegas mereka.

Untuk diketahui, aksi kemarahan tersebut bermula saat Yasonna berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020) lalu, Yasonna mengatakan kriminalitas muncul akibat dari kemiskinan.

Untuk menjelaskan itu, dia mencontohkan anak yang lahir dari Tanjung Priok akan lebih kriminil ketimbang anak Menteng.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” kata Yasonna di Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1/2020).

Artikel ini sudah terbit di Suara.com

(Pace)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *